Awas, Gempa Darat Lebih Berbahaya Dari Gempa Laut
PDF Print E-mail
Senin, 04 Februari 2013 | Padang. Gempa berkekuatan 6 SR, yang mengguncang Aceh beberapa waktu lalu, berpeluang merembet ke  Sumatera  Barat. Walaupun perlu waspada, namun tidak perlu terlalu dicemaskan. Pasalnya, migrasi pergerakan lempeng untuk sampai di wilayah lain adalah masalah waktu.


Pakar gempa dari Universitas Andalas Badrul Mustafa Kemal mengatakan, masyarakat Sumbar perlu waspada namun tidak perlu mencemaskan secara berlebihan, karena pergerakan lempeng Sumatera tersebut, bermigrasi dalam waktu yang tak dapat ditentukan, bisa dalam waktu yang lama, akan tetapi bisa juga dalam hitungan hari.


Menurutnya, Gempa yang terjadi di Aceh tersebut merupakan gempa darat, yang dampaknya cukup besar karena berpusat relatif dangkal.


Lebih lanjut Badrul mengatakan, untuk jalur darat ini seperti yang pernah terjadi di Mandailing Natal 2007 lalu yang disusul di Lahat kemudian merembet ke sekmen Singkarak, dan 2 jam berikutnya di Sianok. Selama hampir tujuh tahun, gempa di jalur ini vakum. Hingga akhir  2012, tidak ada gempa darat di jalur patahan semangka yang terjadi.


Badrul menambahkan, untuk Sumbar yang perlu diwaspadai adalah, adanya tiga sekmen gempa darat, yaitu segmen Singkarak, segmen Sianok dan segmen Muarolabuh. Pada  2007, segmen Sianok dan segmen Singkarak sudah terjadi gerakan yang menyebabkan gempa. Tinggal segmen Muarolabuh yang belum bergerak, dan ini perlu diwaspadai juga.


Badrul juga menekankan, menurutnya yang paling logis diwaspadai saat ini adalah segmen Sungai Penuh Kerinci, Jambi. Hal ini disebabkan, Karena pada tahun 1995 pernah terjadi gempa yang menimbulkan banyak korban. Rentang pasifnya gempa tersebut, kini sudah hampir 13 tahun.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
pupupu