Sumbar Tambah Produksi Jagung Hingga 1 Juta Ton
PDF Print E-mail
Jum'at, 12 April 2013 | Padang. Sumbar tidak ingin lagi melakukan impor jagung di masa depan. Hal ini disebabkan, karena Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang bekerjasama dengan berbagai pihak, sudah mencanangkan peningkatan penghasilan Jagung menjadi 1 juta Ton.

Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim mengatakan, bahwa hal ini bertujuan, agar pengusaha-pengusaha peternakan dan pakan ternak tidak lagi melakukan import jagung dari daerah maupun negara lain. Bahkan menurutnya, dengan adanya pencanangan 1 juta ton jagung, juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Sumbar, dan mengurangi angka kemiskinan. Untuk itu, Ia akan mendorong 8 Kabupaten yang tertinggal di Sumbar, untuk melakukan penanaman jagung di daerahnya. Ia berharap, penghasilan petani jagung di Sumbar dapat menghasilkan 500 ribu ton, di luar sentra jagung yang sudah ada selama ini.

Wagub Sumbar juga mengatakan, target 1 juta ton jagung itu bukan tidak mungkin akan tercapai, jika seluruh pihak termasuk pemerintah pusat ikut membantunya, baik dalam ketersediaan lahan, bibit dan pupuk. Ia juga berharap adanya bantuan dari I-Pasar, agar hasil panen jagung warga dapat tertampung dengan harga jual yang stabil.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Jagung Nasional yang juga Sekjen Masyarakat Agribisnis Indonesia (MAI), Maxdeyul Sola mengatakan, untuk mencapai 1 juta ton jagung, maka Sumbar perlu menambah lahan seluas 100 ribu hekatar lagi dari lahan tanaman jagung yang sudah ada selama ini.

Ia mengatakan, bahwa untuk penghasilan jagung sendiri, saat ini Sumbar dan Indonesia sebenarnya sudah swasembada. Untuk Sumbar, penghasilan jagungnya sudah mencapai 500 ribu ton lebih, sedangkan penghasilan jagung secara nasional, telah mencapai 18,9 juta ton pertahun. Namun karena tingginya permintaan akan jagung yang berkualitas, maka pengembangan jagung perlu untuk ditambah dan di beri perhatian khusus. Saat ini saja, kebutuhan pabrik di Indonesia akan jagung yang berkualitas adalah sebesar 7 juta ton pertahun.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download