Penyelesaian Masalah Tambang Ilegal Jangan Tergesa - Gesa
PDF Print E-mail
Jum'at, 19 April 2013 | Padang. Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria merasa kecewa dengan kinerja aparat penegak hukum, yang tidak cepat dalam menertibkan eskavator yang beroperasi di tambang emas illegal Batang Hari. Menurutnya, saat ini masih terdapat ratusan escavator dan kapal keruk yang melakukan eksplorasi emas di Solok Selatan. Padahal antara Pemerintah Kabupaten dan Penegak Hukum, telah sepakat berkomitmen memberantas tambang illegal, bahkan juga sudah dibentuk tim terpadu.

Sementara itu, Sesmenko Polhukam Langgeng Sulistyono berpendapat, tindakan yang diambil dalam menuntaskan sekaligus menertibkan masalah tambang emas illegal di Kabupaten Solok Selatan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa, asal tegas dan cepat. Menurutnya, harus ada strategi dan perencanaan yang matang sebelum melangkah, seperti pemetaan akar masalah hingga resiko yang mungkin diakibatkan. Banyak faktor yang harus disikapi sebelum mengambil tindakan, diantaranya permasalahan geografis, adat dan perilaku masyarakat. Dikhawatirkan jika tergesa-gesa, justru dapat memicu konflik yang besar, mengingat masalah tambang emas di Solok Selatan menyangkut hajat hidup orang banyak.

Lebih lanjut Sesmenko Polhukam Langgeng Sulistyono menambahkan, perlu sinergitas antar instansi dalam menyelesaikan masalah kompleks yang terjadi di daerah, sesuai Inpres nomor 2 tentang Penanganan Gangguan Dalam Negeri. Selain itu, jangan sampai menyalahkan antar instansi atau bekerja sendiri-sendiri.
Menurut Langgeng Sulistyono, penertiban yang akan dilakukan juga tidak boleh tebang pilih. Jika terbukti terdapat keikutsertaan oknum aparat, baik Pemerintah maupun penegak hukum, semuanya harus ditindak.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
pupupu