Polda Sumbar Tetapkan 10 Orang Sebagai Tersangka Tambang Ilegal di Solsel
PDF Print E-mail
Jum'at, 26 April 2013 | Padang. Polda Sumatera Barat menetapkan 10 tersangka terkait aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Solok Selatan. Kesepuluh tersangka itu, diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal, dan dalam waktu dekat akan diajukan ke penuntut umum.

Selain itu, Dalam Jumpa Pers Siang tadi, Kapolda Sumatera Barat, Brigadir Jenderal Polisi Noer Ali mengatakan, aparat kepolisian juga mengamankan 41 alat berat berupa eskavator. Alat berat yang diamanakan itu, dalam rangka untuk proses penyidikan dan alat berat yang tidak ada pemiliknya akan dilelang, setelah mendapat persetujuan instansi berwenang.

Noer Ali berjanji, apabila ada aparat kepolisian yang terbukti memback up dan ikut serta dalam penambangan liar di Sumatera Barat, akan ditindak sesuai hukum berlaku. Komitmen itu sejalan dengan kebijakan pemerintah, untuk memberantas segala bentuk yang ilegal.

Sementara itu, ketika ditanya wartawan terkait adanya alat berat yang pada malam hari setelah pengamanan alat-alat eskavator oleh pihak kepolisian, Kapolres Solsel enggan untuk menjawabnya. Bahkan ada sebuah keganjilan, ketika seseorang sudah ditetapkan sebagai DPO, pihak kepolisian justru memintanya datang dengan undangan, bukannya langsung ditangkap dikediamannya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria mengatakan, seluruh tambang emas yang beroperasi di wilayah itu ilegal, dimana izinnya hingga kini belum ada memenuhi persyaratan lengkap sebagai tambang emas. Menurutnya, potensi tambang di daerah itu tidak hanya emas, juga terdaat mangan dan galena serta biji besi.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
pupupu