PN Padang Tunjuk Majelis Tangani Sidang Penganiayaan
PDF Print E-mail
Rabu, 22 Mei 2013 | Padang. Pengadilan Negeri Padang, Sumatera Barat menunjuk majelis hakim untuk menangani sidang perdana kasus penganiyaan dilakukan dua orang oknum pejabat dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Padang terhadap tiga orang pedagang Pasar Raya kota setempat.

"Majelis hakim yang ditunjuk yakni Asmar sebagai Hakim Ketua, Astriwarti sebagai hakim anggota, serta Siswadmono sebagai hakim anggota,"kata Humas Pengadilan Negeri Padang, Jhon Effredi, hari ini.

Menurut dia, selain telah menunjuk majelis hakim, Pengadilan Negeri Padang telah menentapkan jadwal sidang kasus dugaan penganiyaan tersebut. "Jadwal sidang perdana kasus dugaan penganiyaan diagendakan pada 29 Mei 2013 di Pengadilan Negeri Padang,"ujar dia.

Berkas perkara kasus dugaan penganiyaan tersebut didaftarkan ke Pengadilan Negeri Padang dengan nomor surat pendaftaran 269/pid/B/2013 PN Pdg. "Setelah masuk PN langsung mengagendakan jadwal sidang serta menunjuk majelis hakim,"jelas Jhon Effredi.

Sementara itu Kasipidum Kejaksaan Negeri Padang, Zulkardiman, menyatakan, pihak kejakasaan Negeri padang telah mendapatkan pemberitahuan bakal disidangnya kasus dugaan penganiyaan dilakukan dua orang oknum pejabat dilingkungan Pemkot Padang terhadap tiga orang pedagang Pasar Raya Padang.

"Pihaknya mendapatkan pemberitahuan dari Pengadilan Negeri Padang sidang kasus penganiyaan bakal digelar pada 29 Mei 2013,"kata dia. Menurut dia, Kejaksaan Negeri Padang sudah menyiapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Amrizal Tahar untuk kasus dugaan penganiayaan.

"JPU telah membuat materi dakwaan terkait kasus dugaan penganiyaan dilakukan dua oknum pejabat dilingkungan Pemkot Padang,"ungkap dia.

Dua tersangka itu tidak ditahan oleh Kejaksaan Negeri Padang disebabkan pihak keluarga tersangka memberikan jaminan. "Kedua tersangka dijerat pasal 170 jo Pasal 351 Ayat (1) jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun," jelas Zulkardiman.

Kasus dugaan penganiayaan terjadi pada September 2011, Kadis Damkar dan BPBD Padang, Budi Erwanto serta Mantan Kadishubkominfo Padang, Firdaus Ilyas, diduga melakukan pemukulan terhadap pedagang Pasar Raya yang menolak pemagaran dan pembongkaran Pasar Inpres II, III dan IV.

Mereka dilaporkan tiga orang pedagang yakni Cici, Emi, dan Yelismawati dengan surat laporan Polisi Nomor LP/1423/ K/VIII/ 2011-Resta atas dugaan penganiayaan.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download