22 Kasus Korupsi Yang di SP3 di Sumbar Belum Aman
PDF Print E-mail
Kamis, 23 Mei 2013 | Padang. Pasca di SP3 kannya atau di hentikannya penyidikan dan penyelidikan 22 kasus korupsi di Sumatera Barat, Kajati Sumbar kebanjiran banyak tamu. Siang tadi, puluhan anggota Koalisi masyarakat sipil Sumatera barat pertanyakan sikap Kejaksaan yg menghentikan 22 kasus dugaan korupsi tersebut. Koalisi yang terdiri dari 10 elemen masyarakat ini menilai, SP3 yang dikeluarkan Kejati Sumbar selasa kemarin, 21 Mei 2013, menjadi potret lemahnya pemberantasan korupsi.

Kepala Kajati Sumbar, Ahmad Djaenuri mengatakan, bahwa meski 22 kasus itu sudah di SP3 kan, tapi bukan berarti tertutup peluang kasus tersebut dibuka kembali. Menurutnya, jika ada barang bukti baru yang kuat, maka kasus itu dapat kembali diangkat. Hal ini berarti, 10 tersangka dari 22 kasus tersebut belum bisa bernafas lega.

Sementara itu, dalam pertemuan yang berakhir sore tadi, Kejati Sumbar tidak bisa memaparkan secara rinci untuk dibahas ke 22 kasus yang telah di SP3 kan tersebut. Selain karena Adpidsus Kajati Sumbar tidak berada di Sumbar saat ini, Kejati juga berdalih kalau berkas-berkasnya harus dikumpulkan terlebih dahulu dari Kajari-Kajari di Sumbar. Hal ini disebabkan, karena Ia tidak bisa mengingat ke-22 kasus yang telah di SP3 kan tersebut. Rencananya, Kejati akan kembali menemui anggota Koalisi masyarakat sipil Sumatera barat pada Rabu 29 Mei 2013, sekembalinya Apidsus dan terkumpulnya data yang lengkap.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download