Damkar dan Dishub Padang, Kawal Persidangan Firdaus Ilyas dan Budi Erwanto
PDF Print E-mail
Rabu, 29 Mei 2013 | Padang. Sidang perdana kasus dugaan penganiayaan dua pejabat pemko Padang dengan terdakwa Firdaus Ilyas (Staf Ahli Pemko Padang) dan Budi Erwanto (Ka.BPBD dan Damkar Kota Padang) terhadap Pedagang Pasar Raya pada tahun 2011 lalu di Pengadilan Negeri Padang hari ini, nyaris berlangsung ricuh. Akibatnya, ratusan aparat kepolisian dari Resort Padang dan di bantu anggota Polsek Padang Utara, melakukan pengawalan ketat mulai dari luar ruang persidangan hingga dalam ruangan. Bahkan, puluhan anggota Damkar lengkap dengan 4 mobil damkar dan anggota Dinas Perhubungan Kota Padang, ikut mengawal persidangan. Hal ini disebabkan, karena persidangan yang juga dihadiri puluhan masyarakat ini, di perkirakan akan terjadi bentrokan, karena ketidak puasan pedagang yang mendapatkan perlakuan penganiayaan.

Namun di dalam ruang persidangan sendiri, Jaksa Penuntut Umum Zulkardiman, hanya membacakan dakwaan terhadap kedua terdakwa. Kedua terdakwa dituntut dengan 2 pasal, yaitu Pasal 170 jo pasal 351 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHAP pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sementara itu, setelah persidangan selesai yang kembali akan dilanjutkan pada hari rabu depan, kericuhan yang dikhawatirkan tidak terjadi. Masyarakat yang menghadiri persidangan, hanya meneriaki kedua terdakwa dengan kata-kata kotor. Bahkan salah seorang masyarakat sempat mengancam, akan membawa massa yang lebih banyak lagi pada persidangan selanjutnya.

Kedua terdakwa sendiri, keluar dari ruangan persidangan mendapatkan pengawalan yang super ketat. Keduanya juga tidak terlihat di tahan, padahal sebelumnya diketahui, bahwa keduanya akan ditahan atas kasus yang sedang di jalaninya.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
pupupu