Mahasiswa Unand Kumpulkan Koin, Sebagai Kritik Kebocoran APBN-P
PDF Print E-mail
Kamis, 20 Juni 2013 | Padang. 30an mahasiswa dari BEM-KM Unand, siang ini menggelar aksi unjuk rasa terkait dihapuskannya subsidi BBM oleh Pemerintah, di kantor DPRD Sumbar. Dalam aksi mahasiswa kali ini, mereka memperlihatkan dilema kenaikan dari BBM. Namun setelah tak mendapatkan jawaban yang memuaskan, para mahasiswa ini melanjutkan aksi dengan penggalangan koin.

Presiden BEM-KM Unand, Vicky Maldini mengatakan, tujuan dari pengumpulan koin tersebut adalah bentuk kekesalan pada pemerintah, karena menyalurkan dana APBN-P 155 miliar rupiah, untuk membantu penanganan lumpur Lapindo. Menurutnya, dana APBN-P tersebut seharusnya dapat mensubsidi BBM yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, tetapi di gunakan untuk menangani permasalahan Lapindo, yang merupakan salah satu perusahaan milik petinggi partai yang duduk di DPR-RI. Bahkan menurutnya, Ketua DPR-RI sendiri tidak mengetahui adanya dana APBN yang di salurkan untuk bencana Lapindo tersebut.

Presiden BEM-KM Unand ini juga menilai, bahwa partai golkar yang duduk di DPR-RI sengaja telah mengambil keuntungan dari APBN-P, dengan memanfaatkan dana tersebut untuk membantu korban lumpur Lapindo. Padahal seharusnya, penanganan Lumpur Lapindo tersebut menjadi tanggung jawab dari pimpinannya, sebagai pemilik perusahaan Lapindo itu sendiri.

Sementara itu, hasil dari pengumpulan koin ini, menurut Vicky nantinya akan dibagikan pada korban lumpur lapindo, yang seharusnya bukan di tanggung oleh dana APBN-P tetapi perusahaan Lapindo.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
pupupu