YLKI Menilai PLN Tak Profesional Merawat Pembangkit Listrik
PDF Print E-mail
Kamis, 20 Juni 2013 | Padang. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Barat menyayangkan terjadinya pemadaman bergilir yang dilakukan PLN. Ketua YLKI Sumbar Dahnil Aswad mengatakan, kerusakan teknis sebenarnya bukan alasan, karena kerusakan bisa diatasi sejak awal. Hal tersebut membuktikan, tidak profesionalnya kinerja PLN di bidang perawatan yang seharusnya bekerja secara berkala.

Menurut Dahnil, permasalahan kerusakan itu, seharusnya bisa diantisipasi sejak awal melalui bidang maintainance, karena hal itu bersifat teknis. Dahnil menambahkan, pemadaman bergilir sangat merugikan masyarakat usaha kecil yang mengandalkan listrik. Tidak sedikit warga yang mengeluh mengalami kerusakan alat elektronik akibat pemadaman yang terjadi. Seharusnya PLN, berpikir bijak memberikan kompensasi ataupun bantuan penerangan berupa lampu emergency, seperti halnya PDAM mendistribusikan air bersih ke masyarakat menggunakan mobil tangki ketika pasokan air terganggu.

Sementara itu, Humas PLN Wilayah Sumatera Barat Ridwan mengatakan, PLN sebenarnya tidak menginginkan adanya gangguan pasokan listrik. Pihaknya juga tidak setuju jika kinerja PLN dianggap tidak profesional, karena selama ini perawatan terus dilakukan. Menurut Ridwan, kerusakan pembangkit listrik, dipengaruhi oleh peningkatan beban yang mencapai 10 persen per tahun. Sejumlah pembangkit listrik di Sumatera Barat yang tengah mengalami kerusakan di antaranya PLTG Teluk Lembu, PLTG Pauh Limo dan PLTU Ombilin.

Humas PLN Wilayah Sumatera Barat Ridwan menambahkan, penyelesaian perbaikan pembangkit listrik belum bisa dipastikan. Namun dalam beberapa hari ke depan diperkirakan dapat dituntaskan. Sementara, terkait dengan pemberian kompensasi, Ridwan menjelaskan, kompensasi hanya bisa diberikan jika pemadaman terjadi selama 3 kali 24 jam.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download