Masyarakat Indonesia Harus Waspadai Investasi Bodong Yang Tidak Memiliki Legalitas
PDF Print E-mail
Jum'at, 28 Juni 2013 | Padang. Masyarakat Indonesia diminta waspada terhadap banyaknya Investasi bodong yang beredar. Bahkan sistem investasi ini sering menawarkan janji-janji muluk kepada calon investor. Namun setelah banyak yang ikut berinvestasi, masyarakat justru tertipu dengan investasi tersebut. Hal inilah yang terkadang membuat masyarakat takut untuk berinvestasi di pasar modal.

Namun menurut, Pimpinan Pusat Informasi Pasar Modal Indonesia Cab.Padang Reza Sadat, salah satu yang harus di lihat masyarakat untuk berinvestasi adalah landasan hukum atau legalitas yang dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan. Menurutnya, untuk tempat berinvestasi yang aman, tidak hanya dilengkapi dengan SITU, SIUP ataupun TDP saja, tetapi juga memiliki ijin dari lembaga keuangan, yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dulunya di pegang oleh Bapepam LK seperti yang dimiliki oleh Pasar Modal.

Reza juga menambahkan, bahwa saat ini 57,75% saham-saham di Indonesia masih di kuasai asing, sedangkan pemegang saham lokal masih 42,25%. Padahal menurutnya, pergerakan saham-saham di Indonesia terus meningkat, dari 4,5 triliun perhari, sekarang sudah mencapai 6,9 triliun rupiah perhari.

Selain prospeknya yang sangat menjanjikan, pada pertengahan tahun 2013 ini saja, sudah ada 15 perusahaan Indonesia yang go public. Sehingga sudah ada 470 perusahan Indonesia yang sudah go public, yang sahamnya bisa dimiliki masyarakat Indonesia.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
pupupu