Masyarakat Padang Mulai Keluhkan Kenaikan Tarif Angkutan
PDF Print E-mail
Senin, 01 Juli 2013 | Padang. Sejumlah masyarakat Kota Padang mulai mengeluhkan kebijakan kenaikan tarif angkutan kota dan bus, yang terjadi menyusul naiknya harga Bahan Bakar Minyak-BBM. Salah seorang pedagang di Pasar Raya Padang Yurniwati, yang setiap hari mengandalkan transportasi angkot menuju pasar mengatakan, naiknya ongkos angkot mulai terasa membebani. Menurutnya, tarif angkot yang biasanya 2 ribu rupiah dari Jalan By Pass Ketaping menuju Pasar Raya Padang, kini menjadi 3 ribu rupiah. Meskipun hanya seribu rupiah, namun kenaikan itu menurutnya cukup memberatkan, terlebih pendapatan pedagang juga menurun karena lesunya transaksi jual beli di pasar.

Hal senada juga diungkapkan Anita, seorang siswi SMU di Kota Padang. Menurutnya, kenaikan ongkos angkutan, membuat pelajar harus menghemat uang saku. Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat-Organda Kota Padang Yul Akhiari Sastra mengakui, kenaikan tarif angkutan memang membebani masyarakat. Namun demikian, kenaikan ongkos angkutan tersebut bukan hal yang diinginkan pengusaha angkutan ataupun para sopir, melainkan imbas kenaikan harga BBM, yang juga membuat harga kebutuhan kendaraan angkutan, seperti minyak, oli dan onderdil juga mengalami kenaikan. Yul Akhiari Sastra berharap, masyarakat dapat memahami kondisi berat yang juga dihadapi para pengusaha angkutan akibat kenaikan harga BBM.

Ketua Organda Kota Padang Yul Akhiari Sastra menambahkan, kenaikan tarif angkutan di Kota Padang secara resmi mulai berlaku tanggal 23 Juni lalu. Kenaikan rata-rata tarif ang­kutan umum sebesar 26 persen dan bus kota sebesar 39 persen. Penetapan tarif baru itu berdasarkan kesepakatan antara, DPRD Padang, Organda, YLKI, dan Dinas Perhubungan.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
pupupu