Jazz Appreciation Month
PDF Print E-mail

April adalah bulan Apresiasi Jazz – Jazz Appreciation Month

 

 

Bulan April memiliki makna spesial untuk para penikmat musik Jazz, karena ini adalah bulan Apresiasi Jazz atau kerap disebut Jazz Appreciation Month (JAM).

Beberapa kegiatan konser Jazz juga digelar dalam bulan April ini.  Misalnya Pusat Kebudayaan @america misalnya akan menyelenggarakan sebuah konser menghadirkan Dwiki Dharmawan Trio dengan personil Dwiki Dharmawan (keyboard), Donny Sundjojo (acoustic bass) dan Elfa Zulhamsyah (drums) pada tanggal 15 April 2011 mendatang.

***

Kegiatan JAM (Jazz Apreciation month) di tempatl lahirnya Jazz yaitu Amerika Serikat juga dimeriahkan dengan beberapa kegiatan. Tahun ini panitia membuat poster spesial bergambar Mary Lou Williams, pianist Jazz untuk menandai sepuluh tahun diselenggarakannya Jazz Appreciation Mont.

Pianis jazz, komposer, dan arranger yang inovatif ini telah bermain dengan Andy Kirk, Duke Ellington, dan lainnya merupakan salah satu artis jazz perempuan yang termasuk dalam Jazz: The Smithsonian Anthology yang memuat sejarah jazz baik secara musik dan naratif.

Sebuah portrait dari Mary Lou Williams dilukis oleh Keith Henry Brown, seorang African-American artist muda dengan kecintaan pada jazz dan pernah bekerja sebagai Creative Art Director for Jazz di Lincoln Center.

Museum telah mencetak hampir 200,000 posters untuk didistribusikan secara gratis kepada sekolah, perpustakaan, pengajar jazz maupun toko-toko yang menjual Jazz serta kedutaan Amerika di berbagai dunia.

 

Sejarah Jazz Appreciation Month

Setiap bulan April, Jazz Appreciation Month (JAM) dipakai untuk mengingatkan kembali betapa pentingnya sejarah Jazz. Dengan beragam aktivitas mulai dari konser, kuliah, pemutaran film, dan banyak program lainnya, JAM mengajak banyak orang dari berbagai tingkatan usia untuk mendengarkan jazz baik di radio maupun rekaman, membaca buku tentang jazz, belajar musik dan mendukung berbagai program institusi lainnya.


JAM pertama kali digelar pada April 2002, dan menjadi bagian dari Museum Smithsonian. Museum yang mengumpulkan banyak koleksi jazz baik berupa dokument, rekaman maupun sejarah yang disampaikan scara lisan termasuk mensponsori bigband mereka sendiri the Smithsonian Jazz Masterworks Orchestra.

 

Konser amal untuk bantu Jepang

Anda sudah barang tentu mahfum bahwa gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Jepang beberapa waktu lalu memiliki efek yang luar biasa besar tidak hanya bagi masyarakat yang bermukim diarea yang terkena langsung dari bencana tersebut namun daerah bahkan negara lain yang memiliki keterkaitan atau hubungan baik ekonomi maupun socio-kultural.

Sebagai bagian dari masyarakat desa global, Jepang tak hanya punya pengaruh besar bagi dunia, tapi punya posisi penting dalam ranah Jazz, mengingat bisa dipastikan hampir semua musisi Jazz ngetop dunia pernah bermain di Jepang sejak dahulu kala.

Sehingga sebuah hal yang amat wajar kalau para insan Jazz terketuk membantu meringankan beban dengan menggelar sejumlah konser amal.

Salah satu musisi yang menjadi pengagas adalah saxophonis John Zorn yang telah menggelar Benefit Concert for Japan pada tanggal 27 Maret lalu di Miller Theater, Universitas Columbia di Amerika Serikat menampilkan Sonic Youth, Sean Lennon, Yoko Ono, Mike Patton, Cibo Matto, Mephista, Uri Caine, Marc Ribot, John Zorn’s Aleph Trio.

Selanjutnya ada konser lain yang digelar oleh Japan Society dengan menampilkan pertunjukan selama kurang lebih dua belas jam dan ‘open house extravaganza’ yang berisikan kegiatan seperti Origami dan cara pembuatan lentera Washi, kelas bahasa, kaligrafi, dongeng Kamishibai dan akses ke Bye Bye Kitty!!! serta banyak lagi.

Konser akan melibatkan New York Suwa Taiko Association dengan anggota aliansi Taiko Masala, New York Taiko Aikokai, Sakura Taiko, Ninja Taiko, Brooklyn Genki Daiko dan Taiko Club of Brooklyn Waldorf plus Cocolo Japanese Gospel Choir. Mereka hadir sebagai pembuka sebelum Philip Glass & Hal Willner, Lou Reed, Laurie Anderson & John Zorn tampil sesudahnya. Informasi terakhir menyebutkan kalau tiket pertunjukan sudah ludes terjual.

Yang menarik sesi GALA berikutnya Ryuichi Sakamoto bersama tamu spesial M.O.D. Technologies, Bill Laswell, Gigi, Bernie Worrell, Hideo Yamaki dan lain-lain juga sudah habis terjual tiket pertunjukannya.

***

Jika kita merunut aktifitas John Zorn sebelumnya tentuk tak mengherankan karena sederet karya yang dihasilkannya ketika ia tinggal di negeri sakura tersebut. Sebut saja karya tributenya untuk seorang bintang film jepang yang dimainkan oleh Kronos Quartet, lalu versi komposisi dari Morricone yang digabungkannya elemen tradisi musik jepang, soul jazz dan beragam genre musik yang lain.

Belum lagi karya Rituals: Live in Japan, ia juga berkolaborasi dengan beberapa artis ‘noise’ asal Jepang sebut saja Merzbow, Otomo Yoshihide, Melt Banana dan kawan akrab kolaborasinya Yamatsuka Eye. Kelompok Masada-nya juga merilis album di bawah label jepang DIW.

***

Kepedulian juga datang dari sejumlah artis lain. In Touch Entertainment bekerjasa sama dengan Blue Note Jazz mengadakan konser Benefit for Japan menghadirkan Madeleine Peyroux, Joe Lovano, Karrin Allyson, Don Byron, Sonny Fortune, Antonio Hart, Eldar, Eddie Gomez, Janis Siegel, Allan Harris, Bob Mover, Harry Allen, Tony Middleton, Ben Allison, Lauren Kinhan, Steve Williams, Clifton Anderson, David Kikoski, Sarah Hayes, Bob Albanese, Randy Napoleon, Danny Walsh, Frank Senior dan lain-lain.

Sebuah pertanyaan menarik juga, mengingat relasi yang sangat dekat dengan Jepang, tentu pertanyaannya boleh diajukan juga, Apakah kita peduli?. Apa yang akan dilakukan para pecinta dan musisi jazz di Indonesia?.