Menahan diri dari sifat rakus dan tamak
PDF Print E-mail

Melihat betapa indah dan gemerlapnya dunia dengan pernak-pernik yang kadang kala seseorang itu menjadi terpukau dan ingin mengejarnya agar dapat meraihnya, sehingga berbagai cara dilakukan untuk memperoleh kehidupan dunia yang penuh dengan keindahan dan pernak-pernik yang memukau, tak peduli haram atau halal yang penting dapat memenuhi hawa nafsu. Bukan tidak boleh, Islam tidak melarang seseorang itu mencari kehidupan yang baik, bahkan Islam menganjurkan kepada setiap umatnya untuk menjadi orang yang sukses dalam hidup, tetapi Islam melarang umatnya mendapatkannya dari jalan yang tidak diridhai oleh Allah swt.

Qona'ah artinya menerima segala pemberian atau apa yang sudah ditetapkan Allah diterima apa adanya, dan bersyukur serta bersabar. Namun bukan berarti orang yang memiliki sifat qona'ah lantas pasrah dan bermalas-malasan, kemudian tidak mau mencari atau memperbaiki kehidupannya untuk menjadi lebih baik. Sifat qona'ah disini ditekankan untuk selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah dan menerimanya dengan ikhlas dan sabar, karena ketentuan Allah itu bukan berarti tidak bisa diubah, karena Allah tidak akan merubah nasib seseorang, kecuali ada kemauan dari diri seseorang itu untuk merubahnya. Untuk menjadi orang yang memiliki sifat qona'ah, kita harus menekan hawa nafsu kita agar tidak bersikap berlebih-lebihan, rela dengan pemberian yang sudah dianugerahkan oleh Allah swt, karena merasa bahwa memang itulah yang sudah menjadi pembagiaannya, tetapi sama sekali tidak menghentikan segala usaha untuk menambahkan yang kurang dan berniat untuk menyempurnakan sesuatu yang dirasakan belum memuaskan.

Orang yang memiliki sifat qona'ah itu tidak akan memiliki sifat rakus atau tamak dan berlebih-lebihan dan mengejar harta dunia, sehingga lalai akan kewajiban kepada Allah swt. Kita juga sudah pasti mengetahui, bahwa jika ada orang yang memiliki sifat rakus, pasti akan terseret pada kelakuan yang buruk, budi pekerti yang rendah dan hina, serta condong kepada perbuatan mungkar dan maksiat.

Seandainya para pemimpin dan pejabat dinegeri ini semuanya memiliki sifat qona'ah, maka negeri ini akan menjadi makmur dan rakyatnya akan sejahtera, karena dalam menggunakan harta negara tidak berlebih-lebihan serta tidak di korupsi, namun sayangnya masih ada yang rakus padahal jika kita lihat kehidupannya sudah lebih baik, tetapi karena adanya sifat rakus, tidak merasa puas dengan yang sudah ada.

Sifat qona'ah adalah salah satu sifat yang terpuji dan sifat qona'ah juga merupakan dasar bagi orang mukmin untuk menekan hawa nafsu yang tidak merasa puas, dan sebagai pengendali untuk menahan diri dari sifat tercela, seperti rakus dan tamak, serta loba. Jika kita memiliki sifat qona'ah , hati akan tenteram dan bebas dari keresahan dan kesusahan hidup, karena senantiasa bersyukur dan hatinya selalu tertuju kepada Allah swt. Inti dari sifat qona'ah adalah selalu bersyukur atas pemberian Allah dan menerima apa adanya.

Untuk belajar menjadi orang yang memiliki sifat qona'ah, kita harus atau diwajibkan untuk menghilangkan sifat rakus, tamak, loba dalam diri kita dan menggantinya dengan sifat tawadhu' (rendah hati), ikhlas dan rela menerima segala ketentuan Allah, bersyukur kepada Allah dengan apa yang kita punya, dan bersabar, serta tabah dalam menjalani hidup yang serba kekurangan dan ridho kepada Allah.
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
pupupu