Travelling to Korea
PDF Print E-mail

Travelling Ke Korea

 

1) Facebook Groups.

Ada banyak sekali group di facebook yang menyediakan trip wisata yang bisa kalian ikuti, serta memberi kalian berbagai informasi yang berguna tentang wisata di Korea. Anda bisa bergabung dengan kesemua group yang dan juga mengikuti milis (mailing lists) mereka// anda bisa membaca rencana perjalanan mereka/ pelajari berbagai daerah/acara yang akan mereka kunjungi//

 

Berikut ini beberapa group Facebook yang bisa anda ikuti :
Seoul Hiking Group

Discover Korea

Daegu Events & Tours

Korea Tourism Organization

Korea Clickers

Seoulite
Busan Daytrippers

Dua group yang paling atas memiliki paket tour yang berbeda-beda hampir setiap minggu.

2) Website ‘Visit Korea’

http://english.visitkorea.or.kr/enu/index.kto
Ini adalah website resmi dari Departemen Pariwisata Korea.
Dibawah sub-page ‘Attractions‘ > ‘Events‘ anda dapat mencari berbagai festival yang akan diselenggarakan hingga bulan depan. Mereka mungkin tidak selalu mencantumkan secara detil hingga ke tanggal pasti festival tersebut akan diselenggarakan, tapi kadang mereka mencantumkan juga detil yang terjadi saat festival tersebut dilaksanakan di tahun sebelumnya, jadi ada baiknya kalian memeriksa tanggal diselenggarakannya langsung ke website acara/festival tersebut (biasanya menggaunakan bahasa Korea)

 

3) Korail – Korean Rail System

http://info.korail.com/2007/eng/eng_index.jsp
Dari website ini anda dapat melihat waktu keberangkatan dan kedatangan kereta, memesan tiket, dan melihat harga untuk kereta dengn jenis ‘High Speed KTX‘, tau kommuter lokal seperti kereta ‘Munganghwa‘ dan ‘Saemaul‘. Pada stasiun-stasiun kereta besar biasanya terdapat mesin kios tiket otomatis yang menggunakan bahasa Inggris, jadi kalian tidak harus membeli tiket di loket biasa jika kalian tidak dapat berbahasa Korea.

4) Kobus – Korean Bus System

http://www.kobus.co.kr/web/eng/index.jsp
Dari website ini kalian bisa melihat waktu keberangkatan dan kedatangan bus dari hampir seluruh stasiun bus di hampir seluruh Korea Selatan. Sebenarnya jadwal ini tidak seluruhnya benar-benar tepat, beberapa stasiun bus tidak terlihat dalam website ini, ada beberapa rute dan waktu keberangkatan dan kedatangan bis tidak tercantum disini. Tapi ini tetap bisa memberi kalian ide secara general untuk perjalanan kalian serta informasi mengenai biaya perjalanan yang harus kalian keluarkan. Website ini juga akan menginformasikan kursi yang masih tersedia dalam setiap perjalanan bus yang kalian cari. Berdasarkan informasi dari website ini, sebenarnya ada cara untuk memesan tiket bus yang terdaftar disini, tapi aku tidak mengerti bagaimana caranya, sepertinya fitur itu tidak tersedia dalam halaman website berbahasa Inggis mereka.

5) Blogs

http://blog.korea.net/
‘The Korea Blog’ ini dijalankan oleh KOCIS of the Ministry of Culture, Tourism, and Sports(Kementerian Kebudayaan, Pariwisata dan Olahraga). Mereka menampilkan berbagai posting-an terbaik dari para kontributor mereka (daftar blog dari para penulis kontributor mereka dapat dilihat disini >>http://blog.korea.net/?p=2188). Baca tulisan dari teman-teman di blog mereka, dan cari dengan menggunakan google blog-blog lainnya untuk melihat pengalaman mereka saat pergi ke acara/fesival yang ingin kalian datangi.

 

6) Nomor Telpon Yang Membantu Informasi Bagi Para Wisatawan – 1330

http://www.visitkorea.or.kr/ena/GK/GK_EN_2_7_1.jsp
Terdapat operator yang akan siap sedia membantu anda setiap harinya dengan menggunakan bahasa Inggris. anda dapat menghubungi nomor telpon ini untuk memberitahukan kepada pengemudi taksi yang kalian naiki tentang tempat kan akan anda tuju, memesan makanan/minuman di restaurant, atau informasi general lainnya yang berkaitan tentang wisata anda, seperti nomor bus yang harus anda naiki dan harga tiket masuk museum atau acara yang ingin anda datangi. anda bahkan bisa menghubungi nomor ini ketika mengalami masalah dengan kartu ATM bank. Nomor utamanya untuk seluruh Korea Selatan adalah 1330 namun beberapa kota memiliki sub nomor mereka masing-masing.

 

7) Kantor Informasi Wisata & Brosur

Setiap kota besar biasanya akan memiliki satu stasiun kereta atau bandara. Anda bisa selalu menggambil brosur dari setiap tempat yang anda kunjungi dan dari stasiun atau bandara . Festival adalah salah satu cara yang digunakan oleh setiap daerah untuk mempromosikan daerah mereka masing-masing jadi biasanya tersedia brosur tentang festival apa saja yang biasa diadakan di tempat tersebut dan lihat lah, mungkin anda bisa datang lagi di waktu berikutnya jika ada sesuatu hal yang menarik didekat sana. Yang penting untuk anda ingat, Korea adalah negara yang sangat terobsesi dengan Festival, jadi yakin lah bahwa anda tidak melewatkannya dalam penelitian anda, sehingga kalian tidak akan melewatkan sesuatu yang unik dan mengagumkan dari Korea!!!

 

kalo baru nyampe n bingung nyari makanan, kita punya bocorannya untuk anda. Dari Seoul, tempat makan Indonesia ini hanya berjarak sekitar 30 KM saja dan dapat ditempuh dalam waktu kira-kira 1 jam dengan menaiki kereta Seoul Metro Subway (kereta bawah tanah/KRL) dari stasiun Seoul.  biayanya sekitar 2000 won dan hanya sekali naik kereta line 4 tanpa transfer/pindah kereta. mudah sekali bukan?  Dengan banyaknya warga Indonesia disini maka persaingan memperoleh rezekipun terjadi. Orang-orang Korea tentu pandai melihat situasi perekonomian, dulu sekitar tahun 2004 an hanya ada sekitar 2 saja rumah makan/warung Indonesia disini, namun sekarang sekitar 10 -an restoran telah bersaing. ada yang laris manis,ada yang kembang-kempis dan bahkan ada juga yang sudah bangkrut. persaingan bisnis memang alami terjadi dimanapun karena masing-masing memang butuh uang/penghasilan. namun rata-rata mereka laku karena selain menjual masakan mereka juga menyediakan kebutuhan sehari-hari lainnya dari Indonesia, misalnya kopi, shampo, krupuk, kecap, mie instant, obat-obatan, jamu,minyak angin dan lain-lain. tidak susah mencari barang-barang seperti itu di Ansan.

Pemilik Restoran/Warung Indonesia biasanya adalah orang Korea yang memang pernah atau sering ke Indonesia dan mempekerjakan Orang Indonesia untuk menjaga toko dan menjadi kokinya. ada juga Orang Korea yang menikah dengan Orang Indonesia kemudian berbisnis membuka Restoran Indonesia. dan yang hebat adalah ada Pria Bangladesh yang menikah dengan Wanita Korea tapi berbisnis Restoran Indonesia, salut….Mereka pandai memanfaatkan peluang yang ada,bahkan mereka adalah termasuk pelopor Restoran Indonesia di Ansan.

Untuk masalah rasa Anda jangan khawatir,para koki rata-rata memang pandai memasak. dan menunya pun sangat komplit ada ayam bakar,pecel lele,gado-gado,gurame,gulai kambing,soto ayam,nasi goreng,rawon,sate kambing,sate ayam,baso dan…..masih banyak lagi deh. Ntar kita bakal kasih anda sesi khusus seputar kuliner kore yaa… kalo sekarang buat menyelamatkan perut di hari – hari pertama aja dulu.

 

Sejarah Korea bermula dari zaman Paleolitik Awal (Lower Paleolithic) sampai dengan sekarang. Kebudayaan tembikar di Korea dimulai sekitar tahun 8000 SM, dan zaman neolitikum dimulai sebelum 6000 SM yang diikuti oleh zaman perunggu sekitar tahun 2500 SM. Kemudian Kerajaan Gojoseon berdiri tahun 2333 SM. Baru pada abad ke-3 SM Korea mulai terbagi-bagi menjadi banyak wilayah kerajaan. Pada tahun satu Masehi, Tiga Kerajaan Korea seperti Goguryeo, Silla dan Baekje mulai mendominasi Semenanjung Korea dan Manchuria. Tiga kerajaan ini saling bersaing secara ekonomi dan militer. Koguryo dan Baekje adalah dua kerajaan yang terkuat, terutama Goguryeo, yang selalu dapat menangkis serangan-serangan dari Dinasti-dinasti Tiongkok. Kerajaan Silla perlahan-lahan menjadi kuat dan akhirnya dapat menundukkan Goguryeo. Untuk pertama kalinya Semenanjung Korea berhasil disatukan oleh Silla pada tahun 676 menjadi Silla Bersatu. Para pelarian Goguryeo yang selamat mendirikan sebuah kerajaan lain di sisi timur laut semenanjung Korea, yakni Balhae.

Silla Bersatu akhirnya runtuh di akhir abad ke-9, yang juga mengakhiri masa kekuasaan Tiga Kerajaan. Kerajaan yang baru, Dinasti Goryeo, mulai mendominasi Semenanjung Korea. Kerajaan Balhae runtuh tahun 926 karena serangan bangsa Khitan dan sebagian besar penduduk serta pemimpinnya, Dae Gwang hyun, mengungsi dan diselamatkan oleh Dinasti Koryo. Selama masa pemerintahan Dinasti Goryeo, hukum yang baru dibuat, pelayanan masyarakat dibentuk, serta penyebaran agama Buddha berkembang pesat.

Pada tahun 1392, Taejo dari Joseon mendirikan Dinasti Joseon setelah menumbangkan Goryeo. Raja Sejong (1418-1450) mengumumkan penciptaan abjad Hangeul. Antara 1592-1598, dalam Perang Imjin, Jepang menginvasi Semenanjung Korea, tapi dapat dipatahkan oleh prajurit pimpinan Admiral Yi sun sin. Lalu pada tahun 1620-an sampai 1630-an Dinasti Joseon kembali menderita serangan dari suku Manchu (Dinasti Qing).Pada awal tahun 1870-an, Jepang kembali berusaha merebut Korea yang berada dalam pengaruh Cina. Jepang memakasa Korea untuk menandatangani Perjanjian Eulsa yang menjadikan Korea sebagai protektorat Jepang, lalu pada 1910 Jepang mulai menjajah Korea.


Sekarang kita liat iklim yooook…. Korea Selatan beriklim sedang karena berada dalam kawasan curah hujan Asia Timur. Pengaruh masa udara dari dataran Asia lebih besar terhadap cuaca di Korea Selatan dibanding pengaruh dariSamudera PasifikMusim dingin berlangsung 3 bulan dengan kondisi cuaca kering. Sementara musim panas singkat, namun sangat panas, basah dan lembab. Cuaca terbaik muncul pada musim semi dan musim gugur. Di DKI Seoul suhu rata-rata bulan Januari adalah −5 °C sampai −2,5 °C; di bulan Juli berkisar dari 22.5 °C sampai 25 °C. Pulau Jeju yang terletak pada bagian paling selatan, menerima iklim yang lebih hangat daripada daratan utama, berkisar dari 2,5 °C di bulan Januari dan 25 °C pada bulan Juli.

 

Walau Korea Selatan kurang rentan terhadap taifun dibanding JepangTaiwan, pesisir timur Cina ataupun Filipina, imbasnya bisa berakibat besar. Setiap tahunnya terdapat 1 sampai 3 buah taifun yang bergerak ke semenanjung. Taifun biasanya menyerang pada akhir musim panas dan membawa curah hujan yang sangat tinggi. Taifun memicu banjir dan tanah longsor di berbagai tempat di Korea Selatan. Salah satu taifun besar yang menghantam daratan Korea adalah Taifun Nabi (Jolina) pada tanggal 8 September 2005 dengan korban tewas 8 orang.

 

Korea-Japan World Cup 2002 yang berakhir dengan masuknya Korea sebagai kekuatan empat besar dunia dalam hal persepakbolaan semakin mempersohor Korea di mata dunia. Contohnya adalah beberapa waktu menjelang, selama, dan setelah hiruk pikuk World Cup, beberapa stasiun televisi swasta di tanah air gencar bersaing menayangkan film-film maupun sinetron-sinetron Korea. Bahkan, terdapat beberapa sinetron Korea yang ‘sukses’ di layar kaca, sebut saja Winter Sonata dan Endless Love. Dua sinetron buatan negeri ginseng ini telah berhasil menarik perhatian sebagian masyarakat Indonesia, bahkan beberapa bintang sinetron tersebut telah menjadi idola di tanah air.


Situasi tadi adalah sebagian kecil dari apa yang disebut Hallyu—istilah buatan yang bermakna pengaruh budaya modern Korea di negara-negara lain—yang mulai merebak di banyak negara Asia, termasuk Indonesia. Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa Indonesia pun tidak luput dari pengaruh budaya Korea ini. Satu gambaran mudah untuk mengetahui apa yang disebut dengan Hallyu ini adalah bisa disamakannya istilah ini dengan begitu besarnya pengaruh Bollywood di beberapa negara Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Indonesia. Mungkin terkesan terlalu dini untuk menyebut bahwa Indonesia sudah ‘terhanyut’ dalam Hallyu. Namun,, bila dilihat lebih dalam, Indonesia pun ternyata juga tidak jauh berbeda dengan negara-negara Asia lain seperti China, Singapura, Taiwan, Malaysia, Thailand, Vietnam dan bahkan Jepang dalam hal besarnya pengaruh Hallyu terhadap negera-negara itu.

Korea semenjak keluar dari krisis moneter di akhir 90-an lalu bisa dikatakan telah berhasil kembali ke jalur ekonomi yang ‘mulus’. Didukung dengan mulai gencarnya produk-produk Korea di dunia termasuk Asia, Korea secara disadari atau tidak juga telah mulai ‘mengekspor’ budaya modernnya ke kehidupan masyarakat Asia yang terlebih dahulu telah mengenal produk-produk industri Korea. Di Indonesia, selain bisa dilihat dari maraknya pemutaran film dan sinetron Korea di televisi, Hallyu bisa juga ditemui di toko-toko kaset dan vcd. Dalam hal ini, film-film Korea sudah mendapat lisensi penjualan melalui distributor resminya. Ini menandakan bahwa film Korea pun sudah mulai sejajar dengan film-film original dari Hollywood yang dipasarkan di Indonesia. Ini merupakan suatu capaian sukses yang diraih oleh industri perfilman Korea. Bila dilihat dari sisi lain, film Korea memiliki pangsa pasar juga di Indonesia. Dengan kata lain, disadari atau tidak, sebagian masyarakat Indonesia sudah terpengaruh dengan Hallyu.

 

Kita tentu tidak dapat melupakan zaman-zaman kejayaan band-band maupun boyband asal negara Barat seperti The Beatles, Bee Gees, hingga Westlife. Sama halnya dengan mereka, saat ini dapat dikatakan boyband asal Korea lah yang sedang berjaya. Berbeda dengan ”seniornya” yang dalam hal jenis musik maupun penampilan terkesan maskulin, boyband Korea justru mengedepankan kesan imut. Dengan postur tubuh yang dapat dikatakan tidak sekekar pemain band asal negara Barat, ditambah dengan paras wajah mereka yang terlihat segar dan lebih muda dari umur mereka sebenarnya, para pria-pria Korea ini memang dipersiapkan untuk merebut hati kalangan remaja putri yang ”gemas” terhadap penampilan mereka.