Musisi jazz Indonesia yang berkiprah di luar negeri
PDF Print E-mail

Nial Radhitia Djuliarso (lahir di Jakarta, 5 Februari 1981; umur 30 tahun) adalah seorang pianis jazz Indonesia yang bermukim di New York, Amerika Serikat, dan telah membukukan serangkaian prestasi internasional dari berbagai kompetisi musik jazz yang diikutinya di kawasan Amerika dan Eropa, baik untuk kategori piano solo, kelompok musik jazz hingga penulisan lagu.


 Karier Musik

Dalam menjalankan karier sebagai musisi jazz, ia telah tampil di berbagai panggung prestisius dunia, termasuk North Sea Jazz Festival di Belanda, Montreux Jazz Festival di Swiss, Weill Recital-Carnegie Hall di New York, Alice Tully Hall di New York, dan Kennedy Center di Washington, DC.

Di Amerika, panggung-panggung musik jazz yang telah menampilkannya antara lain Tony Williams Jazz Festival di New Jersey (tahun 2006, 2007), Chattanooga Jazz Festival di Tennessee (2005) dan Sarasota Jazz Festival di Florida (2000, 2001).

Di Asia, ia antara lain telah tampil di Thailand Jazz Conference (tahun 2009), Mosaic Music Festival di Singapura (2006), Java Jazz Festival (2006, 2008, 2009) dan Jak Jazz Festival (2007).

Di Thailand Jazz Conference 2009, selain tampil membawa kelompok musiknya yang berbasis di New York --"Nial Djuliarso Quartet", Nial juga datang sebagai juri untuk kompetisi jazz di negara tersebut.

Sejak tahun 2005 hingga kini, Nial kerap menjalani tur musik bersama kelompok Artie Shaw Orchestra ke berbagai negara bagian dan kota di Amerika, antara lain Tennessee, Pennsylvania, Connecticut, New Hampshire, Philadelphia, North Carolina, South Carolina, Boston, Maryland, dan California.

Dalam kurun waktu 2002-2006, Nial menjadi pianis tetap di Grand Hotel di Mackinac Island, Michigan, di mana ia bermain 7 malam setiap minggu dalam formasi piano solo, duo, trio, kuartet, atau septet dengan vokalis. Di New York, sepanjang tahun 2008 ia menjadi pianis tetap di Hotel Warwick di kawasan Manhattan.

Ia juga telah tampil di klab-klab jazz serta restoran yang menyajikan musik jazz di Amerika maupun negara lainnya, antara lain di New York, Washington D.C., Memphis, Chattanooga, Boston, San Francisco, Philadelphia, New Jersey, Toronto (Kanada), Amsterdam (Belanda), Moskow (Rusia), Kuala Lumpur (Malaysia), Singapura dan Indonesia.

Di Indonesia, Nial masih jarang tampil namun sudah mulai dikenal melalui dua album yang diproduseri oleh Gita Wirjawan melalui perusahaan rekaman Omega Pacific Production (OPP Records), yaitu "Nial Djuliarso at Juilliard" (tahun 2006) dan "New Day New Hope" (tahun 2008).

 

I wayan balawan

I Wayan Balawan lahir di Gianyar, Bali, Indonesia pada tanggal 9 Sept 1973. Balawan mulai bermain musik sejak usia 8 tahun dan kemudian membentuk bandnya ketika masih di sekolah dasar. Balawan memainkan beberapa lagu Scorpions, Deep Purple dan Beatles. Berhubung bosan dengan musik rock, sesudah lulus sekolah Balawan pindah ke Sydney untuk belajar gitar jazz dan vokal di Australian Institute Of Music. Balawan juga memperoleh beasiswa selama 3 tahun untuk Diploma Of Music.

Balawan menjadi dikenal di Sydney selama 5 tahun sampai akhirnya dia kembali ke kampung halamannya di Bali pada tahun 1997 dan kemudian membentuk band bernama Batuan Ethnic Fusion (Musik Etnis Bali yang dikombinasikan dengan musik Jazz). Album perdana Batuan Ethnic Fusion berjudul "Globalism" akhirnya dirilis.

Balawan adalah seorang gitaris yang sangat berbakat dengan gaya permainan yang sangat khas, yang dikenal dengan teknik "Touch Tapping Style" (seperti halnya Stanley Jordan). Sebuah permainan yang memanfaatkan ke-delapan jari untuk memainkan tap pada fretboard. Sekilas permainan ini kelihatan seperti permainan piano: permainan bass, chord dan melody, semuanya dimainkan dengan jari kiri dan jari kanan... nyaris tanpa dipetik. Permainan Balawan terkesan sangat halus dan licin. Uniknya Balawan mendevelop sendiri tap independent di mana permainan jari kiri dan kanan bener-bener tidak ada hubungannya (berbeda sama sekali). Untuk mewujudkan hal ini, Balawan juga melatih teknik independent ini pada permainan drum. Sungguh merupakan sebuah kejutan ketika Balawan mendatangi studio milik Gitaris.com, ternyata Balawan merupakan seorang pemain drum yang cukup baik pula.

Di Indonesia Balawan telah diakui sebagai salah satu gitaris terbaik di Indonesia, Balawan sudah sering mengisi acara TV di Indonesia dan tampil di Jazz cafe, Ubud (Bali) bersama bandnya Batuan Ethnic Fusion dan grup jazznya. Balawan adalah seorang guru gitar dan sering tampil di beberapa sekolah musik di Indonesia. Balawan juga diendorse oleh Ibanez dan Laney.

Sebelumnya Balawan juga telah melakukan tour di Eropa: East Meet West Gitarren Festival Edekoben Germany 2000 Tour, tour ke 20 kota di Germany pada tahun 2001, tour ke Hell Blues Festival di Norway (Sept 2001) dan merilis album solonya yang diproduksi di Jerman pada tahun 2001.


Tahun 2005 Balawan merelease album solonya yang berjudul
Magic Fingers. Album yang setengah idealis dan setengah komersil ini tidak hanya menampilkan permainan instrumental gitar saja, namun menyajikan juga kemampuan olah vocal Balawan. Ia juga mendaur ulang beberapa lagu yang sempat ngehits di tahun 80-an seperti Semua bisa bilang ciptaan Charles Hutagalung dan Arti Kehidupan ciptaan Oddie Agam. Hits instrumental yang paling mengesankan adalah Mainz In My Mind yang sering dimainkan oleh Balawan di beberapa pertunjukannya. Pada saat merelease album ini Balawan telah menggunakan gitar double neck buatan pabrik gitar Stephallen yang asli Sidoarjo, Jawa Timur, yang juga mengendorse nya sebagai artis utama.

Tahun 2006 ia juga pernah tampil dalam konser '5 Gitar Master' di Yogyakarta yang menampilkan Eet Sjahranie, Ian Antono, Eross Chandra, dan Ridho Slank.