Geng Motor "Mararah" di Padang
PDF Print E-mail
Sabtu, 28 April 2012 | Padang. Pergerakan komplotan geng motor tidak hanya ada di Jakarta, tapi kota Padang sudah mulai dimasuki pula. Buktinya, Sabtu (28/4) dini hari, tepat di bawah jembatan Siti Nurbaya, Kecamatan Padang Selatan, tiga orang pengendara motor mengalami luka dan salah satunya kritis di RS M Djamil Padang.

Informasi yang dihimpun Reporter Classy FM, tiga orang tersebut dirawat di RS yang berbeda, yakni RST Ganting, RS Bhayangkara, dan RS M Djamil Padang. Dari ketiga korban tersebut, Jepi (20), pekerja konter HP di kawasan Tabiang mengalami luka yang paling parah dan dirawat intensif di ICU RS M Djamil Padang.

Menurut Riki (20), teman yang satu motor dengan Jepi, saat kejadian tersebut mereka hanya berniat mencari angin ke kawasan Jembatan Siti Nurbaya. Lalu, dalam perjalanan menuju kesana, Riki heran kenapa banyak pengendara yang menepikan kendaraannya.

“Tepat dibawah jembatan, saya lihat empat orang dengan dua motor membawa senjata tajam dan mungkin mabuk melayangkan senjata. Setelah dekat, ternyata mereka menghujamkan senjata itu ke kami, saya yang bawa motor menunduk, sementara Jepi yang berbonceng tidak mengetahui dan terkena sabetan mereka,” jelas Riki.

Riki yang melihat teman satu kerjanya tersebut berlumuran darah langsung melarikannya ke RS M Djamil Padang. Ternyata, sebelum Riki diserang, sudah ada yang terkena serangan terlebih dahulu, dan sesudah itu ada lagi yang terkena serangan tersebut.

Sementara itu Bejo (27), kakak sepupu Jepi saat ditemui di M Djamil mengatakan saat itu Jepi sendiri memang sudah pulang bekerja dan berniat mencari angin dengan jalan-jalan di sepanjang Sungai Batang Harau. Tapi, naas baginya, dan keluarga langsung shock  saat mendapat kabar dari Riki.

“Saya tidak habis pikir, apa sih mau mereka, adik saya tidak tahu apa-apa kok malah di sabet seperti itu,” jelas Bejo.

Plt Kepala Instalasi Humas dan Pengaduan Masyarakat, Rita Prima Putri mengatakan korban sendiri masuk ke UGD RS M Djamil sekitar pukul 01.00 WIB, dan dengan kondisi banyak luka sayatan di sekujur tubuhnya. Kemudian, sekitar pukul 07.15 WIB, korban dipindahkan ke ICU RS M Djamil untuk perawatan intensif.

“Korban mendapat lebih dari seratus jahitan di sekujur tubuhnya, karena mengalami post laporatamia (luka tusuk) di bagian pipi, perut, dagu dan pinggang,” jelas Rita.

Sementara itu, Kapolresta Padang, Kombes M Seno Putro melalui Kapolsekta Padang Selatan, Kompol Nuraida menyebut akan mencari para pelaku yang kemungkinan masih berada di kota Padang. Dia menyebut, ini merupakan kasus pertama tentang penganiayaan berat yang dilakukan gerombolan sepeda motor.

“Kami akan mencari pelaku, dan para pelaku tersebut sudah melanggar Pasal 351 ayat (2) KUHP yakni, penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman hukuman  5 tahun penjara,” ujar Kompol Nuraida. (RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download