Peringatan Sumpah Pemuda Yang Lebih Bewarna Oleh Pemuda Sumbar
PDF Print E-mail
Selasa, 30 Oktober 2012 | Padang. Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober merupakan momentum pergerakan kaum muda di Indonesia. Terlihat dari setiap butir, Sumpah Pemuda sendiri juga menjadi pengikat semangat dan persatuan pergerakan dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Baik pada saat pra kemerdekaan maupun pasca kemerdekaan (hendaknya).

Kaum muda sendiri hari ini banyak mengalami diskriminasi, baik dari birokrat maupun system yang ada”, tutur Reno Fernandes selaku Ketua Umum BADKO HMI SUMBAR disela-sela peringatan Sumpah Pemuda yang dilaksanakan pada hari senin 29 oktober 2012. Oleh karena itu, maka BADKO HMI SUMBAR pada momentum Sumpah Pemuda kali ini mengangkat acara dengan tema “Sumpah, Aku Pemuda Indonesia”.

Tema ini diangkat karena berangkat dari kondisi factual yang dialami kaum muda sendiri”, tutur Dwi Rahmadj Setya Budi selaku SC pada kegitan ini. Dalam rangkaian acara tersebut dilaksanakan parade band dan menulis terpanjang. Parade band yang diadakan dimaksudkan sebagai wadah ekspresi kaum muda, tentunya dalam hal ini ekspresi dalam seni music. Sedangkan menulis terpanjang ini dimaksudkan sebagai deskripsi atau gambaran kaum muda hari ini dengan segala kerumitan dan marjinalisasi di tengah-tengah kemajemukan yang ada.

Kegiatan ini dilaksanakan di depan gedung eks. Rektorat Universitas Negeri Padang. Pembukaan acara dikhitmatkan dengan upacara bendera dan pembacaan teks Sumpah Pemuda yang dihadiri oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) selingkungan Universitas Negeri Padang. Tentunya acara ini tidak dapat berjalan baik tanpa ada dukungan dari segala pihak. “Acara yang diadakan BADKO HMI SUMBAR ini, didukung banyak elemen seperti Forum Masyarakat Peduli Sumbar, Komunitas Palanta Bambu, Historia Art UNP, BSKO FT UNP, dan elemen-elemen terkait lainnya”,tutur Yoserizal selaku Ketua Pelasana.

Diharapkan pelaksanaan kegiatan ini dapat menjadi sebuah public education bagi masyarakat luas tentang arti dan posisi kaum muda hari ini. Pergerakan kaum muda hari ini tidak lagi hanya berteriak dan angkat senjata di tengah jalan. Pergerakan kaum muda hari inipun tidak hanya sebatas membendung arus kapitalisasi global yang memporak-porandakan sendi-sendi kearifan local bangsa kita. Akan tetapi lebih dari pada itu, perjuangan kaum muda hari ini adalah pembangkangan atas kehendak bebas yang dibungkam oleh tirani kapitalisasi modern dari bangsanya sendiri.

Sebelumnya, Badko HMI juga telah menggelar HMI Road To Campus dalam rangka membawa kembali semangat mahasiswa sebagai kaum muda intelektual. Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Barat (Badko HMI Sumbar) yang dikomandoi Reno Fernandes (Ketua Umum Badko HMI Sumbar) menggelar kegiatan HMI Road To Campus, di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (16/10/2012).
Menurut Reno, kegiatan HMI Road To Campus itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan HMI EXPO yang digagas Badko HMIO Sumbar.

Lebih lanjut Reno menuturkan, dalam kegiatan HMI road to campus kali ini, HMI mengadakan diskusi panel dengan mengangkat tema “Menggeser Pola Pikir Mitologis Menuju Rasional”, dengan menghadirkan pemateri yang kompeten diantaranya Kun Nurachadijat (Ketua Visi Merah Putih Nasional), Drs. Ahmad Ghazali (Tokoh Masyarakat), DR. Erni Wati (Dosen Sejarah FIS UNP) dan Dwi Rahmadj Setya Budi (Ketua Bidang PPR Badko HMI Sumbar) sebagai moderator, tuturnya.

Dari hasil diskusi panel tersebut, ada sebuah penekanan yang sepakat diberikan oleh narasumber yaitu bahwa sebagai kaum muda yang mempunyai kapasitas intelektual, mahasiswa secara khususnya harus kembali kepada jalurnya, yaitu jalur empiris. Dimana pengetahuan didapat dari suatu objektifitas yang subjektif menjadi objektif. (RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
pupupu