Classy News
The latest news from the Joomla! Team

Kasus Narkoba Di Sumbar Meningkat, Polda Waspadai 8 Titik
PDF Print E-mail
Selasa, 25 Juni 2013 | Padang. Delapan titik rawan di Sumatera Barat diwaspadai Polisi Daerah setempat, karena dikhawatirkan menjadi pintu masuk narkoba ke Sumatera Barat. Kapolda Sumatera Barat Brigadir Jenderal Polisi Noer Ali mengatakan, delapan titik rawan masuknya narkoba ke Sumatera Barat, diantara Bandara Internasional Minangkabau, Pelabuhan Teluk Bayur dan pintu masuk perbatasan provinsi Sumbar dengan provinsi lain. Menurutnya, sejumlah titik itu perlu diwaspadai mengingat, jumlah kasus narkoba di Sumbar cendrung mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang ada, kasus narkoba tahun 2012 terdapat 370 kasus dan meningkat di tahun 2013. Sejak Januari higga Juni 2013, kasus narkoba di Sumatera Barat tercata 197 kasus.

Lebih lanjut Noer Ali mengatakan pada saat pemusnahan sejumlah barang bukti kasus narkoba hari ini mengatakan, pihaknya bersama aparat keamanan lain, terus rutin melakukan razia tempat hiburan yang diduga dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba. Upaya itu dilakukan, untuk mempersempit ruang penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat.

Sementara itu, barang bukti berupa ganja yang dimusnahkan hari ini sebanyak 151,125. Kilogram. Ganja yang yang dimusnahkan tersebut, merupakan hasil penangkapan di beberapa wilayah hukum Sumbar. Selain ganja, terdapat 412,085 gram sabu-sabu berikut 7 butir ekstasi. Barang bukti yang dimusnakah hasil tangkapan di Dit Narkoba Polda Sumbar sebanyak 20.285 Kg ganja dan 306.14 gram sabu serta 7 butir sabu. Sementara dari Polresta Padang 2,17 Kg ganja.

Barang bukti paling banyak dimusnahkan, di Polres Pasaman sebanyak 76,336 Kg ganja, kemudian Polres Pariaman sebanyak 33,72 Kg ganja dan 2,69 gram sabu-sabu.(RNS)
 
Kesalahan Data Penerima BLSM Bukan Tanggung Jawab PT.Pos
PDF Print E-mail
Selasa, 25 Juni 2013 | Padang. Pihak PT.Pos Indonesia menolak untuk di salahkan atas data penerima Bantuan Langsung Sosial Masyarakat-BLSM, jika dinilai tidak akurat. Berdasarkan data penerima BLSM untuk Sumbar, terdapat sebanyak 275.431 Rumah Tangga Sasaran (RTS), dan untuk Kota Padang sebanyak 30.884 RTS.

Kepala Area II Ritel & Properti PT.Pos Indonesia (Sumbar-Riau-Kepri), Suhatman mengatakan, bahwa pihaknya hanya mendapat tugas sebagai penyalur Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan mendistribusikan BLSM kepada warga. Sedangkan KPS itu sendiri, di terima dari kantor Pos pusat dalam bentuk jadi, yang datanya berasal dari Kementrian Sosial RI.

Suhatman juga menambahkan, bahwa dari sepengetahuannya, data penerima BLSM sama dengan data penerima beras miskin (raskin). Dimana data tersebut diambil oleh Kementrian Sosial dari TNP2K.

Ia juga mengatakan, bahwa penyerahan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) ini langsung di serahkan oleh PT.Pos ke pemegang kartu, sedangkan kartu penerima BLT hanya di salurkan melalui pihak kelurahan. Dengan pengiriman secara langsung itu, piahak Pos sedikit terkendala untuk mencari alamt rumah warga, sehingga pembagian KPS sedikit tersendat-sendat.

Namun dengan adanya keterlambatan dalam pembagian KPS, pihak Pos meminta pada masyarakat agar tak perlu khawatir. Hal ini disebabkan, karena uang BLSM yang sudah di persiapkan untuk warga miskin tersebut tidak akan hangus. Untuk tahap pertama, batas pencairannya adalah bulan September dan tahap kedua batas pencairannya bulan Desember 2013.

Sedangkan untuk daerah Mentawai, PT.Pos akan meminta bantuan komunitas setempat dalam pembagian dana BLSMM Hal ini di karenakan, dengan kondisi daerah dan luas wilayah Mentawai saat ini baru terdaat 3 kantor pos, yang sangat tidak memungkinkan untuk menjangkau warga yang tinggal di daerah pelosok.(RNS)
 
Data BLSM Tak Akurat, Warga Purus Serang Kantor Lurah
PDF Print E-mail
Selasa, 25 Juni 2013 | Padang. Pendataan penerima BLSM di Kota Padang tidak berjalan mulus. Hari ini, puluhan warga miskin di Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, memprotes pendataan penerima dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat atau BLSM di kantor lurah setempat.

Selain memprotes, warga juga meminta pembagian dana itu ditangguhkan karena masih banyak warga yang belum menerima sesuai data yang diusulkan.

Salah seorang warga Purus 1, Alvian secara tegas menolak dana itu dibagikan, sebelum warga lain yang berhak menerima dicantumkan sebagai penerima bantuan. Ia sendiri seharusnya menerima dana tersebut, sebagaimana ia menerima jatah beras miskin. Namun ia tidak tercantum sebagai salah satu warga yang berhak menerima dana dimaksud.

Aksi protes pembagian dana BLSM itu pada umumnya dilakukan kaum ibu-ibu. Warga secara tegas menolak dana itu dibagikan, untuk menghindari rasa kecemburuan sosial ditengah masyarakat, karena masih banyak warga yang pantas menerima dana dimaksud, namun tidak tercantum sebagai penerima.

Sementara Sekretaris Keluruhan Purus, Nursin Husin mengatakan, bahwa pihak kelurahan tidak bisa berbuat banyak atas protes warga tersebut. Hal ini disebabkan, karena sebelumnya pihak dari PT.Pos datang membagikan KPS, tetapi ditolak oleh pihak kelurahan, karena jumlah atau data yang dibagikan, tidak sesuai dengan realisasi orang miskin di daerahnya.

Ia mengatakan, di kawasan Purus ada 800 an orang miskin yang di data kelurahan, namun KPS yang dibawa pihak PT.Pos hanya untuk 305 orang saja. Untuk menghindari terjadi kericuhan, maka pihak kelurahan tidak menerimanya. Untuk itu, pihaknya akan melaporkan kekurangan penerima BLSM ini ke Pemerintah Kota Padang.(RNS)
 
Pembagian BLSM Hari Pertama di Padang, Baru Untuk Satu Kecamatan
PDF Print E-mail
Selasa, 25 Juni 2013 | Padang. Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) untuk warga Kota Padang, hari ini mulai dibagikan. Namun pembagian yang dilakukan tersebut oleh PT.Pos Indonesia, baru dilakukan untuk Kecamatan Padang Utara. PT.Pos Indonesia menyiapkan 3 tempat, yaitu di Khatib Sulaiman, Alai dan Ulak Karang.

Wakil Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansyarullah yang langsung meninjau pembagian pembagian BLSM tersebut mengatakan, bahwa untuk Kota Padang akan dibagikan sebanyak 30.884 Rumah Tangga Sasaran (RTS), yang akan dibagikan secara bertahap. Hal ini menurutnya, hanya merupakan strategi yang dilakukan oleh PT.POS Indonesia, agar tidak terjadi penumpukan saat pengambilan BLSM.

Wawako menambahkan, untuk kecamatan lainnya di Kota Padang, pembagian BLSM nya baru akan dilakukan setelah hari ini. Untuk tahap 1 ini, masyarakat akan mendapatkan uang bantuan sebesar 300 ribu rupiah, yang merupakan bantuan selama 2 bulan.

Menurutnya, penerima BLSM tersebut merupakan masyarakat yang juga penerima beras miskin (raskin). Bahkan Kartu Perlindungan Sosial yang dibawa warga untuk mengambil BLSM, juga dapat di gunakan untuk pengambilan raskin dan Bantuan Beasiswa Miskin.

Sementara itu, salah seorang warga Air Tawar penerima BLSM, Nurpetrianis mengatakan, bahwa uang sebesar 300 ribu yang diterimanya, akan langsung di gunakan untuk keperluan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya.(RNS)
 
Sumbar Kembali Gelar Sumbar Ekspo 2013 Tahun Ini Di Jakarta
PDF Print E-mail
Senin, 24 Juni 2013 | Padang. Provinsi Sumatera Barat kembali akan menggelar acara Sumbar Expo di Jakarta. Pagelaran yang ke-3 kali ini, rencananya akan di gelar mulai tanggal 14 hingga 17 November 2013, bertempat di Parkiran Timur Senayan Jakarta.

Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim pada lounching Sumbar Ekspo 2013 hari ini mengatakan, bahwa pagelaran Sumbar Ekspo 2013 tersebut bertujuan, untuk memperlihatkan ke masyarakat Indonesia, tentang keterkinian kondisi Sumbar. Menurutnya, jika sebelumnya Sumbar di kenal sebagai daerah Mal Bencana, namun kini Sumbar sudah dapat menjadi salah satu tempat kunjungan wisata, yang layak untuk di kunjungi.

Selain itu Wagub juga berharap, dengan adanya Sumbar Ekspo 2013 itu, akan dapat menggaeta infestor untuk berinvestasi di Sumbar. Namun terlepas dari itu, sistem birokrasi di Sumbar sendiri juga harus di rubah, sehingga tidak mempersulit para Investor.

Sementara itu, Kepala Kantor Penghubung Propinsi Sumatera Barat selaku Ketua Panitia Penyelenggara SUMBAR Expo 2013, Luhur Budianda mengataka, bahwa pada pelaksanaan tahun ini, akan mencoba memperbaiki segala kekurangan dan kelemahan yang terjadi pada pagelaran tahun lalu. Menurutnya, dengan mengambil tema Minangkabau Untuk Indonesia, Ia berharap dapat menggaet para perantau minang untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Bahkan, jika tahun lalu ada 55 peserta yang ambil bagian, maka pada tahun ini akan ditingkatkan, dengan menggandeng seluruh kabupaten-Kota dan BUMD yang ada di Sumbar.(RNS)
 


Page 9 of 213
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download