2 Orang Lagi Korban Kebakaran Pertamini di Batusangka pagi tadi Meninggal Dunia
PDF Print E-mail
Jum'at, 18 Mei 2012 | Padang. Korban Kebakaran Meledaknya Pertamini dan Mobil Damkar di Batu Sangka dua minggu lalu yang meninggal dunia, kembali bertambah. Pagi tadi, 2 orang korban kebakaran yang di rawat di RSUP M.Jamil Padang, meninggal dunia pada jam 3 dan jam 4 pagi, masing-masing atas nama Doni Dahrizal 26 tahun, dan Zul Ardi.

Kepala Instalasi Humas dan Pengaduan Masyarakat RSUP M.Jamil Padang Gustafianof mengatakan, bahawa kedua korban yang meninggal dunia tersebut, mengalami luka bakar di atas 50 %, ditambah dengan trauma Inhalasi.  Menurutnya, kedua korban tersebut sudah dibawa pulang pihak keluarga, ke daerah mereka di Batu Sangka.

Gustafianof menambahkan, saat ini RSUP M.Jamil Padang, masih merawat 4 orang pasien luka bakar lagi, yang juga merupakan korban meledaknya Pertamini dan Mobil Damkar di Batusangka. Menurutnya, dari ke-4 korban yang masih menjalani perawatan intensif tersebut, 3 orang diantaranya mengalami luka bakar berat 50% dan trauma Inhalasi. Sedangkan 1 orang lagi, hanya mengalami luka bakar 17% atas nama Robert.

Kepala Instalasi Humas dan Pengaduan Masyarakat RSUP M.Jamil Padang ini juga mengatakan, bahawa dalam seluruh biaya perobatan para korban, ditanggulangi oleh Pemkab Tanah Datar.(RNS)
 
Program Rumah Murah Di Sumbar Belum Optimal Dan Banyak Kendala
PDF Print E-mail
Kamis, 17 Mei 2012 | Padang. Rencana pemerintah Indonesia melalui Kementrian Perumahan Rakyat, untuk membangun rumah murah di Sumbar, hingga saat ini belum berjalan optimal. Bahkan dari januari hingga sekarang, baru 3000 unit rumah murah yang terbangun, dari target 10.000 unit pertahunnya.

Ketua REI Sumbar, Alqudri mengatakan, bahwa dari rencana program rumah murah Kemenpera untuk Sumbar, baru Kabupaten Pasaman Barat yang telah mengusulkan untuk pembangunan progaram tersebut di daerahnya. Sementara untuk daerah lain, hingga kini belum ada yang mengusulkan pembangunan rumah murah tersebut.

Sementara itu, Ketua REI Sumbar ini juga mengatakan, bahwa sebagai developer, pihaknya hanya bisa menunggu proaktif dari pemerintah daerah, yang akan menyediakan lahan untuk pembangunan rumah murah tersebut.

Berdasarkan data yang dimiliki REI, kebutuhan rumah di Sumbar adalah 129 ribu unit. Dimana 80 % diantaranya, adalah kebutuhan untuk masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap.

Namun menurut Alqudri, untuk masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap, saat ini masih diperjuangkan di pemerintah pusat, karena masih terkendala regulasi.(RNS)
 
Angkot Lurus Terbakar
PDF Print E-mail
Kamis, 17 Mei 2012 | Padang. Sebuah mobil angkot jurusan Lurus atau Pasar Raya - Pasar Baru, siang tadi (17/5) hangus terbakar di Jalan Binuang Kampung Dalam Pasar Baru. Namun beruntung, mobil berjenis Carry BA 2993 JF ini, tidak ikut membakar sebuah bengkel tempat mobil itu berhenti.

Salah seorang warga yang kebetulan berada di lokasi kejadian, Peri mengatakan, bahwa ia dan beberapa rekannya sepat melihat asap dari dalam mobil angkot tersebut sebelum terbakar. Untuk tahap awal, pemilik angkot dan warga sekitar langsung coba memadamkan api secara manual.

Namun tak berapa lama kemudian, 2 unit mobil damkar dengan 15 orang dari anggota regu piket A, tiba dilokasi kejadian untuk memadamkan api.

Kanit Laka Lantas Polresta Padang AKP Eliswantri mengatakan, penyebab dari kebakaran angkot tersebut diperkirakan adanya konsleting pada kabel-kabel dalam mobil. Diperkiran, kerugian dari kejadian ini adalah Rp 25 Juta dan tidak ada laporan korban jiwa.

Dengan melihat kondisi seperti ini menurutnya, sangat diperlukan pelaksanaan keur yang rutin dan teratur, kepada kendaraan yang akan di operasikan sekali 6 bulan. Bahkan menurutnya, keur itu tidak hanya pengurusan surat-surat semata, tetapi juga harus dilaksanakan pemeriksaan yang tepat terhadap mobil tersebut.

Ia juga mengatakan, bahwa selama ini, masih kurangnya pengawasan dari Dinas perhubungan, terhadap kendaraan yang beropersi, termasuk oleh pemilik dan sopir, terhadap kendaraan yang akan dioperasikan pada pagi hari.(RNS)
 
Penjual Air Simp.Kinol Gagalkan Perampokan Uang Rp 180 Juta
PDF Print E-mail
Selasa, 15 Mei 2012 | Padang. Seorang penjual air di kawasan simpang Kinol, siang tadi berhasil menggagalkan sebuah aksi perampokan. Perampok yang beraksi ini, rencananya hendak mengambil uang senilai Rp 180 juta, dari seorang nasabah bernama Masharianto warga Komp. Jundul, yang hendak menyetorkan uangnya ke Bank Rakyat Indonesia. Namun malang bagi si perampok, belum sempat melarikan uang tersebut, ia sudah di hadang penjual air, yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian.

Kapolsek Padang Selatan Kompol Nuraida mengatakan, perampok malang tersebut bernama Bustomi 40 tahun, yang berasal dari Lubuk Linggau. Menurutnya, aksi ini dilakukan tersangka, bersama dengan seorang temannya, yang mengendarai sepeda motor jenis supra x warna merah. Untuk mendalami kasus lebih lanjut, saat ini tersangka diamankan di Mapolsek Padang Selatan.

Sementara itu, menurut keterangan tersangka Bustomi, ia melakukan aksi ini, karena diajak temannya Herman Abu 30 thn, yang juga merupakan teman sekampungnya. Sebelumnya ia mengatakan, bahwa ia baru saja tiba di Padang pagi kemaren, dengan tujuan jalan-jalan. Namun karena terdesak kebutuhan ekonomi, apalagi usahanya sebagai pemborong di lubuk linggau bangkrut, akhirnya ia melakukan aksi perampokan tersebut.

Saat ini, Bustomi harus mendekam di balik jeruji sendirian, sambil menunggu temannya yang masih dalam pengejaran pihak kepolisian.(RNS)
 
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Hadapi Perlambatan Ekonomi Dunia
PDF Print E-mail
Selasa, 15 Mei 2012 | Padang. Kondisi sistem keuangan Indonesia, akan menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Hal ini disebabkan, karena adanya upaya-upaya yang bertujuan mengendalikan krisis fiskal di Eropa. Kondisi seperti ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia saja, tetapi juga perekonomian Domestik dan Internasional.

Deputi Direktur Divisi Banking Risk Bank Indonesia-Dwityapoetra S.Besar mengatakan, masyarakat Indonesia harus siap dengan kondisi yang akan terjadi tersebut, dan harus memiliki pilihan lain untuk mengurangi dampak dari krisis ekonomi tersebut. Menurutnya, salah satu yang dapat dilakukan oleh masyarakat di Indonesia adalah, dengan mencari pasar baru untuk mengekspor barang, dan menggunakan sendiri barang tersebut, didalam pasar domestik.

Deputi Direktur Divisi Banking Risk Bank Indonesia ini juga mengatakan, bahwa resiko kredit sektor korporasi dan rumah tangga dinilai masih rendah, sehingga berpotensi sedikit meningkat karena menurunnya ekspor. Untuk itu Dwi berharap, agar pelaku usaha dan perbankan dapat mewaspadai kemungkinan meningkatnya resiki kredit tersebut, agar tidak mengganggu kinerja korporasi dan perbankan.

Namun Ia mengatakan, secara umum meski ketidakpastian perekonomian dunia meningkat, tetapi ketahanan sistem keuangan Indonesia, diperkirakan akan terus terjaga di semester I-2012, dan juga tetap berpotensi terjadinya sudden reversal.(RNS)
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 70
You need install flash player to listen us, click here to download