Diduga Bocor, Operasi Gabungan hanya tangkap 7 Wanita Malam
PDF Print E-mail
Rabu, 25 Januari 2012 | Padang. Operasi gabungan yang dilakukan Pol PP, TNI, Polri dan POM AL, Rabu (25/1) dari pukul 00.30 sampai 02.30 WIB ternyata bocor. Aparat gabungan tersebut cuma berhasil mengamankan 7 orang waitress di sebuah kafe di kawasan Pondok. Dalam operasi yang hanya kebanyakan diisi dengan jalan-jalan malam itu, menarik perhatian masyarakat sekitar untuk mengikuti.

Pantauan Reporter Classy FM, puluhan aparat gabungan yang menaiki 1 mobil dalmas, 1 pick-up, dan 3 mobil pribadi menyusuri kawasan Padang selama 2 jam lebih. Dalam operasi gabungan yang berlangsung dini hari tersebut, hanya ditemukan penginapan kosong dan tidak berpenghuni.

Kawasan Pondok menjadi target pertama operasi, seluruh kafe dan karaoke tampak tutup. Akhirnya aparat gabungan hanya mendapati 7 orang waitress dan langsung mengelandang mereka ke Mako Pol PP. Ketujuh orang tersebut adalah VM (23), IY (25), LI (30), LP (31), dan LL (21) tidak memberikan perlawanan kepada aparat gabungan yang menangkap mereka.

“Kami ditangkap saat menghidangkan makanan ke tamu, padahal kami kan cuma pelayan kafe,” tutur VM kepada Reporter Classy FM. Kanit Intel Pol PP Padang, Samsu Ridwan menyebut operasi yang dilakukan saat ini diduga mengalami kebocoran, dan kemungkinan ada orang dari dalam Pol PP sendiri yang membocorkan. “Sebelum sampai di TKP saja, tempat-tempat yang menjadi TO sudah banyak yang kosong,” tutur Samsu Ridwan.

“Mereka yang sudah kami tangkap sudah dilepaskan karena pemilik kafe menjamin mereka,” tambah Samsu Ridwan. Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Padang, Yadrison membenarkan tentang kebocoran operasi tersebut. Dia menyebut, ada sesuatu yang tidak beres dibalik operasi yang dilakukan dini hari tersebut. “Kalau memang kedapatan anggota saya yang bermain, saya akan sanksi dia dengan tegas,” ujar Yadrison.

Kontrak 100 Tenaga Baru
Sementara itu, di sela wawancara, Yadrison sempat menyebut tentang penambahan tenaga baru untuk Satpol PP Kota Padang  sebanyak 100 orang tenaga outsourching dan sepuluh persen diantaranya adalah perempuan. “Kita akan merekrut sepuluh orang wanita untuk jadi tenaga baru, dan akan dikontrak selama setahun,” jelas Yadrison. “Ini dilakukan guna menambah kinerja dari Pol PP yang dinilai masih kurang dari yang diharapkan,” tegas Yadrison. (Roni)
 

Add comment


Security code
Refresh

You need install flash player to listen us, click here to download