| Lago Kambiang di Lapai, Dua Tewas, Dua Kritis | ||||
|
|
Minggu, 23 Januari 2012 | Padang. Balapan liar yang menjadi tontonan anak muda, ternyata memakan korban. Setelah pulang dari menonton aksi tersebut, dua orang siswa hendak pulang menuju rumahnya. Tapi, tragis bagi mereka, sepeda motor Yamaha Jupiter MX tarik tiga yang dikendarai Oriza Nopan Darma (15), warga jalan Gurun Laweh, RT 02/03, Nanggalo lago kambiang dengan motor Astrea Grand yang dikendarai Edrizal (31), seorang buruh, warga jalan Lapai I di jalan Jhoni Anwar, Lapai, Minggu (29/1) sekitar pukul 03.00 WIB.
Pantauan Reporter Classy FM, kedua pengendara sepeda motor tersebut langsung tewas di lokasi kejadian. Sementara, dua orang teman Oriza yang juga seorang siswa SMK 1 Padang, Ilham Rozali (16) dan Juan Valeri Adrian (14) kritis. Keempat orang tersebut langsung dilarikan warga ke RS M Djamil Padang setelah tergeletak selama setengah jam. Menurut Alan (21), salah seorang saksi mata kejadian menyebutkan bahwa kendaraan yang dibawa Oriza datang dengan kecepatan tinggi dari arah simpang President menuju simpang tinju, sementara Edrizal yang datang dari arah simpang tinju melaju tenang. “Mereka bonceng tiga datang dari arah tiga simpang President dengan kencang, dan terlalu mengambil ke tengah, sementara dari arah depan datang bapak itu, kemudian terdengar bunyi seperti ledakan,” tutur Alan. Mak Tuo (52), bibi Oriza langsung shock saat datang ke RS M Djamil setelah mendengar kabar tersebut. “Ondeh nak, patang ko baru ang siap operasi, kini lah pai lo ang,” ratapnya. Kasatlantas Polresta Padang, Kompol Andiyatna melalui Kanitlaka Lantas Polresta Padang, AKP Eliswantri membenarkan kecelakaan antara dua sepeda motor, yakni Honda Astrea BA 5123 JK dengan Yamaha Jupiter MX BA 2679 AF. Dua orang tewas seketika di lokasi kejadian, dan dua orang lainnya kritis. “Kejadian ini terjadi akibat kelalaian pengendara motor Jupiter, tidak itu saja, mereka juga bonceng tiga,” jelas AKP Eliswantri. Orangtua Korban di Solok Mendengar kabar meninggalnya Oriza, pihak keluarga langsung menghubungi ayahnya di Solok. Ternyata, di Padang dia tidak tinggal bersama orangtuanya, melainkan bersama dengan mak tuo nya. Pihak keluarga pun terpaksa harus membohongi ayah Oriza, Met (32). “Kami harus membohongi ayah Ori karena ayahnya menderita penyakit jantung, kami takut nanti ada apa-apanya dengan dia di jalan,” ucap salah satu keluarga yang tidak mau menyebutkan namanya. Diketahui, seminggu lalu Oriza baru selesai operasi di perutnya karena penyakit usus buntu yang dideritanya. “Padahal dia baru selesai operasi minggu lalu, sekarang sudah pergi selamanya,” isak Mak Tuo. (Roni) |


