Classy News
- 0
- 1
- 2
Mahasiswa demo dengan membakar foto kepala negara RISenin, 20 Februari 2012 | Padang. Badan Eksekutif Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara menggelar aksi unjuk rasa untuk menyatakaan sikap melakukan perlawanan terhadap rezim komprador SBY-Boediono, di bundaran Adipura simpang DPRD Sumbar, (20/02). Menurut salah satu aktivis mahasiswa, Putra Tanhar dalam orasinya mengatakan, di tengah kekayaan alam yang sangat melimpah, rakyat mengalami penindasan di Negeri sendiri, perampasan tanah oleh Negara, represifitas alat Negara, serta kasus korupsi yang tidak pernah kunjung usai. Kondisi ini merupakan kenyataan kongkrit yang harus dirasakan oleh rakyat. “Indonesia merupakan Negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah Indonesia mempunyai syarat kemajuan sumber daya manusia dan seluruh penyelenggara Negara harus patuh terhadap garis dasar Ideologi Negara yakni Pancasila dan UUD 1945” tegasnya. Namun realita yang kita hadapi setelah proklamasi kemerdekaan 67 tahun yang lalu, rakyat Indonesia masih belum merasakan nikmat kemerdekaan. Rakyat Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan. Hal ini mengindikasikan para rezim pemerintah sudah melenceng dari nilai Pancasila dan UUD 1945.” teriak Putra Tanhar dalam orasinya. Kenyataan kongkrit yang dihadapi saat ini, para bikrorat penyelenggara Negara yang bermental komprador telah menghambakan diri terhadap kekuatan modal internasional sehingga dalam segala bidang termasuk politik dan ekonomi Negara dikendalikan asing demi kepentingan negeri-negeri imperalis, ungkap Putra. Oleh karena itu, temu BEM Nusantara yang diselenggarakan oleh LIMA MIRA di Padang merekomendasikan kepada seluruh anggota BEM Nusantara beserta dengan kaum buruh, tani dan elemen lainnya untuk bersama-sama melawan rezim komprador SBY-Boediono, melawan penjajahan gaya baru dan melawan segara bentuk intervensi pada gerakan mahasiswa yang bertujuan memecah belah pergerakan mahasiswa, tegasnya. Aksi yang digelar di bundaran tugu Adipura simpang DPRD Sumbar sempat mengakibatkan kemacetan lalu lintas karena para mahasiswa dalam orasinya membakar ban dan membakar foto Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono. ... Read more |
Ungkapan Kekesalan Pada Pemerintah, Warga tanam pohon di jalanSenin, 20 Februari 2012 | Padang. Jalan Ahmad Yani (A Yani) yang merupakan jalan protokol menjadi perhatian sendiri bagi masyarakat yang melintas, sebab ditengah jalan tersebut, diletakkan sebuah pohon di dalam sebuah lubang sedalam 60 cm. Warga dan pengguna jalan yang melalui jalan tersebut terpaksa harus mengelak. Pantauan Reporter Classy FM, Senin (20/2) hal tersebut dilakukan oleh warga sekitar karena sudah letih dengan janji pemerintah yang hanya bercerita tanpa ada tindakan. “Ini merupakan ungkapan kekesalan dari kami, sudah lama lubang besar itu disana, sudah ada pula yang kecelakaan gara-gara itu, masih juga belum ada perhatian,” tegas Imam (30), warga Padang Pasir. Hal yang sama juga diucap Meri (25), menurutnya lubang yang berada di jalan tersebut sangat menganggu sekali, terutama para pengguna jalan. Ditambah lagi, jalan tersebut adalah pertigaan yang cukup ramai dilewati kendaraan. “Saya sering sekali hampir terjatuh karena lubang itu, kita hindari, nanti kita ditabrak orang pula, tapi letak lobang itu pas ditengah-tengah,” tutur Meri. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang, Hermen Peri mengatakan untuk jalan A Yani tersebut baru saja selesai pengerjaan penghalusan, dan membersihkan gelombang-gelombang kecil yang tidak rata di jalan tersebut. “Mengenai lobang tersebut, saya tidak tahu, padahal jalan itu baru selesai dikerjakan, mungkin itu karena tekanan kendaraan, sedangkan bagian dalam di jalan tersebut tidak padat,” ujar Hermen Peri. Dinas PU sendiri akan melakukan survey ke lapangan mengenai hal tersebut, dan apabila memang ada, PU akan melakukan perbaikan secepatnya. Pisang di Tengah Jalan Sudah Disingkirkan Sementara itu, pohon pisang yang berada ditengah jalan di simpang kalumpang, Kecamatan Koto Tangah juga sudah disingkirkan. Perbaikan jalan di kawasan tersebut juga sudah mulai dilaksanakan. Tapi, masyarakat masih berpikir apakah perbaikan tersebut bisa bertahan lama. “Tadi sudah dimulai perbaikan di kawasan simpang kalumpang, dan pengerjaan tersebut akan diusahakan selesai dalam seminggu ke depan,” tutur Hermen Peri, Kepala Dinas PU Kota Padang. (Roni)... Read more |
Kuasa Hukum Kasus Sijunjung di Panggil Polda Sumbar sebagai saksiSenin, 13 Februari 2012 | Padang. Sekitar jam 10 siang tadi Senin (13/2), Kuasa Hukum kasus sijunjung di panggil ditreskrim Polda Sumbar sebagai saksi. Bahkan selain Kuasa Hukum, kakak dan Paman korban juga di panggil sebagai saksi. Namun menurut kuasa hukum yang juga merupakan LBH Padang Vino Oktavia, pemanggilan tersebut tidaklah tepat ditujukan padanya. Hal ini disebabakan, karena belum pernah terjadi seorang Kuasa Hukum di panggil sebagai saksi. "Seharusnya yang dipanggil itu bukan kuasa hukum, tetapi orang yang mendengar, melihat dan merasakan kejadian itu yang dipanggil" ujar Vino. Namun berdasarkan penjelasan dari tim pemeriksa dari ditreskrim Polda Sumbar, pemeriksaan Kuasa Hukum ini disebabkan karena Ia yang membuat Laporan Pengaduan kepada Mabes Polri. Meski telah menunggu 1 jam baru di panggil untuk di periksa, namun Vino hanya beberapa menit saja di ruang pemeriksa. "Karena pemeriksaan ini tidak tepat, untuk apa saya lama-lama diruang pemeriksaan" tambah Vino. Usai menjalani pemeriksaan, Vino berjanji akan mendatangkan saksi yang tepat untuk dimintai keterangan oleh tim pemeriksa dari Ditreskrim Polda Sumbar, yaitu pihak keluaraga pada hari Rabu (15/2) depan. Namun Vino juga sangat menyesalkan, tindakan yang dilakukan Polri ini, dan harusnya bisa bekerja dengan lebih profesional baik dalam menepati janji maupun menentukan siapa yang akan dipanggil sebagai saksi. Namun ketika diminta keterangan kepada pihak kepolisian, pihak yang bersangkutan tidak bisa memberikan keterangan dan menyerahkannya ke bagian Humas Polda Sumbar. Berbeda dengan 2 saksi lainnya yang juga dimintai keterangan, dimana masing-masingnya dimintai keterangan terhadap 13 dan 15 pertanyaan. Sementara itu, saat ini telah ditahan 4 orang anggota polsek Sijunjung terkait dengan pidana pasal 351 ayat 3. Keempatnya di tempatkan di Polsek PADANG timur. Mereka adalah mantan kapolsek, reskrim, intel dan salah seorang ... Read more |
Terumbu Karang Cinta di Pantai NirwanaMinggu, 12 Februari 2012 | Padang. Banyak cara yang dilakukan orang untuk merayakan hari valentine yang jatuh tanggal 14 Februari besok. Seperti UKM Diving Proklamator Universitas Bung Hatta (UBH) dan Diving Insitut Teknologi Padang (ITP) yang menanam terumbu karang cinta sebanyak 36 rak di Pantai Taman Nirwana, Padang, Minggu (12/2). "Kegiatan ini merupakan wujud kasih sayang UKM kami ke laut, terumbu karangnya sengaja kita cat dengan warna pink mengingat suasana 14 februari bsk",kata Indrawadi, Pembina UKM Diving Proklamator UBH.Penanaman terumbu karang sendiri dilakukan 13 anggota dari kedua UKM dan didanai dari swadaya mereka sendiri. Indrawadi juga mengungkapkan bahwa kedua UKM rutin melakukan penanaman terumbu karang tiga kali setahun di Pantai Taman Nirwana dan Pulau Pasumpahan "Kedua daerah ini dipilih karena mengalami kerusakan terumbu karang 70%, dengan adanya penanaman ini, pertumbuhan terumbu karang bertambah sebesar 15% pertahunnya", ungkap Pria penggemar Diving ini.Indrawadi sendiri berharap agar para nelayan di sekitar Pantai agar tidak menggunakan putas(racun) pada saat menangkap ikan, karena secara tidak langsung bisa merusak terumbu karang.(Roni)... Read more |
Rumah Wakapolsek Ditimpa PohonRabu, 8 Februari 2012 | Padang. Rumah milik AKP Sukirman, Wakapolsekta Pauh, Selasa (7/2) sekitar pukul 19.00 WIB dihimpok sebatang pohon. Diduga pohon tersebut tumbang terkena tiupan angin yang kencang. Rumah yang berada di Komplek Pegambiran Permai No. 136 itu hancur bagian atapnya. Pantauan Reporter Classy fm, Rabu (8/2) terlihat empat orang personil dari BPBD Padang memotong dan membersihkan sisa hempasan kayu yang mengenai atap rumah Wakapolsek tersebut. “Sangat sulit membersihkannya, karena letak pohon berada di dalam sungai,” ujar Rendi, salah satu petugas BPBD. AKP Sukirman mengaku sangat terkejut saat pohon trembesi yang tumbuh di belakang rumahnya tersebut roboh. Untung saja, hanya mengenai bagian belakang rumah dan tidak ada korban jiwa. “Saya sedang duduk sama anak dan istri, lalu saya mendengar bunyi berdentum, saya lihat, ternyata pohon itu mengenai atap rumah,” jelas AKP Sukirman. “Padahal pohon itu sebelumnya tidak ada tanda-tanda akan roboh, tapi mau bagaimana lagi, namanya juga musibah,” tambah AKP Sukirman. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Dedi Henidal membenarkan peristiwa tersebut. BPBD sendiri sudah menurunkan sekitar 10 personil untuk melakukan pembersihan bekas runtuhan pohon tersebut. “Mendapat laporan dari warga, kami langsung jalan dan menuju kesana, dan saat ini, personil kami sedang membersihkan sisa-sisa runtuhan pohon tersebut,” ujar Dedi Henidal. Selama Januari 2012 ini, menurut Dedi, sudah terjadi 3 kali peristiwa pohon tumbang, kemarin di kawasan Batung Taba, sebelumnya di kawasan Luki, dan sekarang di kawasan Pegambiran. “Diharapkan masyarakat waspada, dan memantau umur pohon, kalau dirasa sudah tua, mending sebaiknya ditebang saja,” papar Dedi Henidal. (Roni)... Read more |
Walikota Sudah Kantongi Nama Satpol PP PengkhianatSelasa, 7 Februari 2012 | Padang. Sekitar sepuluh orang lebih nama personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang sudah dikantongi namanya oleh Walikota Padang, Fauzi Bahar. Nama tersebut didapat dari hasil polling yang dilakukan terhadap sekitar 400 orang personil Satpol PP, dan sepuluh orang tersebut diduga sebagai oknum pengkhianat di kubu Satpol PP Kota Padang. Hal tersebut dilakukan Walikota Padang dalam rangka apel gabungan personil Satpol PP di Markas Komando (Mako) Satpol PP, Selasa (7/2). Dalam apel gabungan tersebut, terbukalah semua rahasia dari para pejabat di Satpol PP Kota Padang. Sehubungan dengan itu, Satpol PP Kota Padang juga berikrar dan berjanji untuk serius melaksanakan perintah dari atasan, serta tidak akan berkhianat dalam menjalan tugas dan selalu menjaga kesatuan untuk menertibkan dan menegakan Perda di Kota Padang. “Salah satu sebab anggota Satpol PP tidak paham dan tidak mengerti dengan hukum, adalah kurangnya pembelajaran mereka terhadap hukum itu sendiri,” jelas Fauzi. Pembocorkan operasi (razia) sebelum turun kelapangan adalah bukti dari tidak pahamnya anggota Satpol PP Kota Padang terhadap hukum. “Bahkan dibalik ini ada pahlawan kesiangan di kubu Pol PP, apa dia tidak pikir bahwa operasi ini di biayai oleh negara,” ujar Walikota. “Saya berharap kedepannya bahwa tertib dan tegaknya Perda di Kota Padang terletak di tangan saudara semuanya. Mari pelihara rasa kebersamaan dan persatuan sesama dalam mengemban tugas untuk negera dan bangsa,” ucap Fauzi. Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Padang, Yadrison sangat mendukung penuh usaha yang dilakukan walikota tersebut. Menurutnya, oknum anggota Pol PP yang berkhianat harus diberi sanksi yang tegas, apabila masih tidak digubris juga, bisa kemungkinan akan dipecat dari kesatuan. “Ini sudah harga mati, dan para personil harap memahaminya tanpa kecuali, dan mungkin dengan cara ini, kinerja Pol PP akan lebih baik ke depannya,” tambah ... Read more |
Kelompok Tani Demo Pengurus Koperasi, karena Dibebankan Hutang 193 JutaSenin, 6 Februari 2012 | Padang. Puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tigo Sarumpun, menggelar aksi demo di depan kantor koperasi Gapoktan Tigo Sarumpun, Kelurahan Pengambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung, Senin siang (6/2). Mereka menuntut agar ketua koperasi tidak membebankan hutang kepada mereka sebanyak 193 juta rupiah.Pantauan Reporter Classy FM, puluhan petani tersebut melakukan long march dari SD 16 Pegambiran sambil membawa spanduk menuju kantor koperasi petani. Karena merasa dizalimi, para petani ini tidak bisa menahan amarah dan langsung menyegel dan membongkar plang koperasi.Ketua Kelompok Tani, Marzuki mengatakan ia dan petani lainnya masuk menjadi anggota koperasi dan diminta uang jaminan Rp 50ribu dan iuran wajib Rp 5ribu setiap bulannya. Berjalan setahun, para petani yang rata sudah uzur ini dibebankan hutang sebanyak 193 juta lebih. Sebanyak 167 orang petani ini tidak terima, padahal mereka selalu membayar selesai panen pupuk dan uang yang mereka hutang dari koperasi tersebut.“Kita selalu membayar setiap panen, kenapa sekarang diberi beban seberat ini,” tutur Marzuki. Mereka selama ini di janjikan akan mendapat bantuan berupa gula, kain, sarung, pupuk dan bantuan dana untuk sekolah anak mereka. Tapi, pada kenyataannya mereka tidak pernah di berikan oleh pengurus koperasi.“Begitu juga dengan bantuan 100 juta rupiah dari Dinas Pertanian untuk pembelian mesin bajak, namun petani tidak pernah dapat mempergunakan mesin bajak tersebut,” tukas Marzuki. Sementara itu, Ketua Gapoktan Tiga Serumpun, Syafrizal membantah adanya permainan uang tersebut. Menurutnya, uang Rp 50 ribu yang dibayarkan tersebut adalah simpanan pokok, dan untuk iuran Rp 5 ribu yang dimaksud adalah iuran non-job. “Itupun para petani sering tidak lancar membayarnya,” jelas Syafrizal. “Mengenai utang 193 juta itu adalah tidak benar, jadi begini para petani ini ngutang pupuk dan hand tractor, itu tidak pernah dibebankan pembiayaan, jadi menurut mereka, mungkin saya menuntut itu,” tutur Syafrizal. (Roni)... Read more |
Lago Kambiang di Lapai, Dua Tewas, Dua KritisMinggu, 23 Januari 2012 | Padang. Balapan liar yang menjadi tontonan anak muda, ternyata memakan korban. Setelah pulang dari menonton aksi tersebut, dua orang siswa hendak pulang menuju rumahnya. Tapi, tragis bagi mereka, sepeda motor Yamaha Jupiter MX tarik tiga yang dikendarai Oriza Nopan Darma (15), warga jalan Gurun Laweh, RT 02/03, Nanggalo lago kambiang dengan motor Astrea Grand yang dikendarai Edrizal (31), seorang buruh, warga jalan Lapai I di jalan Jhoni Anwar, Lapai, Minggu (29/1) sekitar pukul 03.00 WIB. Pantauan Reporter Classy FM, kedua pengendara sepeda motor tersebut langsung tewas di lokasi kejadian. Sementara, dua orang teman Oriza yang juga seorang siswa SMK 1 Padang, Ilham Rozali (16) dan Juan Valeri Adrian (14) kritis. Keempat orang tersebut langsung dilarikan warga ke RS M Djamil Padang setelah tergeletak selama setengah jam. Menurut Alan (21), salah seorang saksi mata kejadian menyebutkan bahwa kendaraan yang dibawa Oriza datang dengan kecepatan tinggi dari arah simpang President menuju simpang tinju, sementara Edrizal yang datang dari arah simpang tinju melaju tenang. “Mereka bonceng tiga datang dari arah tiga simpang President dengan kencang, dan terlalu mengambil ke tengah, sementara dari arah depan datang bapak itu, kemudian terdengar bunyi seperti ledakan,” tutur Alan. Mak Tuo (52), bibi Oriza langsung shock saat datang ke RS M Djamil setelah mendengar kabar tersebut. “Ondeh nak, patang ko baru ang siap operasi, kini lah pai lo ang,” ratapnya. Kasatlantas Polresta Padang, Kompol Andiyatna melalui Kanitlaka Lantas Polresta Padang, AKP Eliswantri membenarkan kecelakaan antara dua sepeda motor, yakni Honda Astrea BA 5123 JK dengan Yamaha Jupiter MX BA 2679 AF. Dua orang tewas seketika di lokasi kejadian, dan dua orang lainnya kritis. “Kejadian ini terjadi akibat kelalaian pengendara motor Jupiter, tidak itu saja, mereka juga bonceng tiga,” jelas AKP Eliswantri. Orangtua Korban di SolokMendengar kabar meninggalnya Oriza, pihak keluarga langsung menghubungi ayahnya di Solok. Ternyata, di Padang dia tidak tinggal bersama orangtuanya, melainkan bersama dengan mak tuo nya. Pihak keluarga pun terpaksa harus membohongi ayah Oriza, Met (32). “Kami harus membohongi ayah Ori karena ayahnya menderita penyakit jantung, kami takut nanti ada apa-apanya dengan dia di jalan,” ucap salah satu keluarga yang tidak mau menyebutkan namanya. Diketahui, seminggu lalu Oriza baru selesai operasi di perutnya karena penyakit usus buntu yang dideritanya. “Padahal dia baru selesai operasi minggu lalu, sekarang sudah pergi selamanya,” isak Mak Tuo. (Roni)... Read more |
Tim Investigasi DPR RI Datangi RSUP M Djamil Terkait Kasus SijunjungJum'at, 27 Januari 2012 | Padang. Kasus gantung diri yang ditemukan di Polsekta Sijunjung ternyata menjadi masalah nasional. Buktinya, sekitar 6 orang tim pencari fakta (TPF) Komisi III DPR RI mendatangi RSUP M Djamil guna menanyai tentang hasil otopsi terhadap dua kakak-beradik yang tersebut. Informasi yang diterima Reporter Classy FM, Jumat (27/1) keenam orang TPF Komisi III DPR RI yang terdiri dari Nasir Jamil (Ketua TPF), Adang Daradjatun (anggota), Martin Hutabarat (anggota), Edi Sadeli (anggota), Taslim (anggota), dan Nuzirwan Moenir (anggota). Keenam orang TPF dari DPR tersebut melakukan investigasi tentang kasus tahanan yang tewas dalam posisi tergantung di Sijunjung. Mereka mendatangi kantor Dirut M Djamil, Aumas Pabuti sekitar pukul 09.30 WIB. Dalam pembicaraan yang dilakukan tertutup itu, dibahas mengenai hasil otopsi dari RS M Djamil terhadap kedua korban. “Kami akan terus mengumpulkan informasi untuk mengungkap dalang dari kasus tahanan ini, sampai sekarang masih mengambang, tapi tindakan memberhentikan aparat yang bertugas saat itu adalah tindakan yang sudah tepat,” tutur Nasir Jamil, Ketua TPF Komisi III DPR.Sementara itu, Nuzirwan Moenir mengatakan polisi harus bertanggung jawab dengan perbuatannya. Sampai sejauh ini, indikasi pembunuhan terhadap kedua tahanan tersebut sudah jelas. “Polisi harus transparan mengenai hal ini,” tegas Nuzirwan Moenir. Terpisah, Dirut M Djamil, Aumas Pabuti menyebut pertemuan yang dilakukan tadi adalah dalam rangka memastikan hasil otopsi yang dilakukan oleh tim forensik Unand dan M Djamil. “Kami sangat berterima kasih kepada para anggota DPR RI ini karena sudah berkenan datang, dan semua hasil itu sudah dibeberkan kepada mereka dalam pertemuan tadi,” papar Aumas. Setelah menyambangi RS M Djamil, TPF Komisi III DPR RI ini akan melanjutkan investigasi mereka ke Polda Sumbar. (Roni)... Read more |
Pol PP dan Anggota HTT Nyaris Bentrok Akibat GapuraJum'at, 27 Januari 2012 | Padang. Dua kompi pasukan Sat Pol PP Kota Padang nyaris bentrok dengan ratusan anggota perkumpulan Himpunan Tjinta Teman (HTT), Jumat (27/1). Keributan terjadi sewaktu pasukan penegak Perda berencana merobohkan gapura sekretariat HTT di Pondok Padang Selatan. “Mereka datang dan langsung saja akan merobohkan gapura yang sudah kami buat. Tentu saja kami tidak terima. Gapura ini bukan sekadar bangunan belaka, di sana harga diri perkumpulan HTT tertompang,” tutur Albert Indra Lukman, Wakil Bendahara HTT yang juga anggota DPRD Padang. Keributan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Pol PP yang datang untuk meruntuhkan bangunan Gapura, dihadang anggota HTT yang bersenjatakan pentungan, manau dan batu. Pol PP disusir dan dikejar. Melihat gelagat tak baik, satuan yang bermarkas di gedung Bagindo Aziz Chan memilih mundur. “Jangan memicu bentrok. Kami akan memperjuangkannya (gapura-red), walau nyawa taruhannya,” teriak beberapa anggota HTT yang tersulut emosi. Kalau saja anggota Pol PP tak segera angkat kaki di depan Klenteng, pertumpahan darah mungkin saja terjadi. Beruntung, polisi dari Polsekta Padang Selatan mengetahui insiden dan turun ke lapangan. Massa yang beringas berhasil ditenangkan. “Kami tidak pernah memancing keributan. Tapi, kenapa terus diganggu,” ungkap Albert. Sebenarnya, Pol PP sudah dua kali datang ke HTT. Kedatangan pertama pada pukul 12.30 WIB, berakhir dengan kesepakatan. Melihat kedatangan Pol PP, beberapa anggota HTT langsung menanyakan maksud kedatangannya. “Mereka bilang akan meruntuhkan gapura,” kata Albert. Mendengar maksud kedatangan Pol PP yang dianggap tak baik, Albert langsung mendatangi Kakan Pol PP Yadrison dan melakukan musyawarah. “Kita bicara baik-baik untuk mencari solusi. Pol PP juga menerima alasan kami,” ungkap Albert.Namun, sebagai pasukan penegak Perda, Pol PP juga tidak bisa mengambil keputusan. “Mereka (Pol PP) tidak bisa mengambil keputusan dan menyuruh kami menelpon Wali Kota Padang Fauzi Bahar. Katanya, rencana peruntuhan atas intruksi langsung wali kota. Ini yang sangat tidak mengenakkan,” ungkap Albert. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Tuako HTT Feryanto Ghani langsung menghubungi Wali Kota Padang dan sempat bernegoisasi. Dituturkan Albert, alasan peruntuhan gapura dikarenakan menggangu bazar yang diadakan perkumpulan ethnis cina Himpunan Bersatu Teguh (HBT). “Sangat aneh, gapura dibilang mengganggu jalannya bazar. Apa korelasi bazar dan gapura? Itu hanya akal-akalan untuk memecah warga di Pondok ini,” ungkap Albert dengan nada keras dihadapan wartawan. Meski merasa dirugikan, Feryanto Gani yang mewakili HTT sudah memilih untuk berdamai dan mau menutup gapura dengan kain merah. “Kita sudah mau menutup gapura dengan kain merah, kalau memang mengganggu bazar. Tapi, wali kota bersikeras untuk meruntuhkannya. Tentu kami tidak terima,” beber Albert. Menurut Albert, sikap wali kota jelas sekali tidak indepnden. Sebagai penguasa kota, Fauzi Bahar diminta netral. “Jangan adu domba warga Pondok. Memang dia yang menguasai kota ini, tapi tidak bisa seenak perut mengambil keputusan,” tegas Albert. Tempuh Jalur HukumJika Wali Kota Padang bersikeras meruntuhkan gapura, HTT menurut Albert siap menempuh jalur hokum untuk menyelesaikannya. Salah satu caranya, menggugat kebijakan tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang. “Jika perlu kita akan menempuh jalur hokum. Kebijakan wali kota akan digugat melalui PTUN. Tapi, kalau bisa penyelesaiannya secara kekeluargaan. Kalau tidak, ya mesti begitu (jalur hukum-red). Hingga pukul 17.30 WIB, ratusan anggota HTT masih bersiaga di depan gapura. Aparat kepolisian, baik berseragam dan berpakaian preman juga hilir mudik di sekitar pondok. Beberapa anggota TNI juga terlihat di antara kerumunan warga. Bahkan, ada sebagian anggota HTT yang berencana tidur di depan Gapura. “Kita akan menjaga gapura. Ini harga diri. Jika gapura diruntuhkan, itu berarti menginjak harga diri HTT. Tidak akan dibiarkan,” jawab seorang anggota HTT. Kepala Satpol PP Kota Padang, Yadrison mengatakan kegiatan penertiban tersebut adalah perintah langsung dari atasan. Menurutnya, tulisan “Hok Tek Tong” yang ada di gapura tersebut tidak mempunyai ijin. “Kami melakukan penertiban itu karena mendapat perintah langsung dari atasan, karena tulisan itu tidak ada ijin,” tutur Yadrison. “Besok mereka berjanji akan membuka sendiri tulisan tersebut,” tambah Yadrison. Sedangkan Wali kota Padang Fauzi Bahar menilai sudah ada kesepakatan untuk pembongkaran itu. Menurutnya plank nama itu terkesan ada pengkotak-kotakan warga. Untuk itu ia telah meminta hingga besok plank nama itu sudah harus dibongkar. Namun utk malam ini cukup ditutup dgn kain saja.(Roni)... Read more |
Pabrik “Semen Sabu” DigrebekRabu, 25 Januari 2012 | Padang. “Pabrik” pengepakan semen (packing plant) illegal di Tanahsirah, Kecamatan Lubukbegalung, diungkap jajaran Polsekta Lubukbegalung, Rabu (25/1). Oleh pengusahanya, semen asli tapi palsu (aspal) dengan merk dagang Semen Padang itu, dijual ke konsumen dengan nilai setengah harga. Seorang karyawan bagian pengepakan PT Semen Padang yang hadir saat penggerebakan, Hendri menyebut, semen itu berasal dari sisa-sisa truk kapsul yang membawa semen curah ke Telukbayur. Di pasaran, semen jenis itu diistilahkan dengan semen sisa abu (sabu). Yang dibawa truk kapsul itu, terang Hendri, merupakan semen jenis ordinary portland cement (OPC) tipe I. Penelusuran Classy FM, Semen Portland Tipe I merupakan jenis semen yang cocok untuk berbagai macam aplikasi beton dimana syarat-syarat khusus tidak diperlukan. “Semen OPC ini, kemudian di-packing ke dalam karung semen PCC (portland composite cement) yang dimiliki PT Semen Padang. Mungkin, ada keterlibatan orang dalam produksi 'semen sabu' ini,” terangnya. Indikasi keterlibatan orang dalam, juga diakui Kepala Biro Pengamanan PT Semen Padang, Sadrinal yang dihubungi terpisah. “Kemungkinan soal keterlibatan orang dalam, akan kita tindak lanjuti. Sebab, dimana 'pabrik' itu bisa dapat karung PCC dengan merk Semen Padang,” terangnya. “Kami dari Semen Padang juga sudah menyerahkan pengusutan kasus ini kepada pihak Polsekta Lubukbegalung,” tambah Sadrinal. Pantauan Reporter Classy FM di lokasi penggerebekan, ada sekitar 31 karung yang berada di sebuah pondok kecil tepat dibelakang pemakaman umum Tanah Sirah, 3 diantaranya sudah selesai dijahit dan masih bersisa 28 karung lagi yang belum dan dibiarkan terbuka. Tidak itu saja, polisi juga mengamankan sebuah truk tangki yang diduga milik pelaku. Tindak Lanjut Laporan Semen PadangKanit Reskrim Polsekta Lubukbegalung, Ipda Bery Juana Putra menyebut pelaku menggunakan modus tukar karung untuk mengelabui konsumennya. Dan Polsekta Lubukbegalung juga sudah menjadikan tempat ini TO (target operasi) setelah mendapat laporan dari PT. Semen Padang. “Kami sudah mengamankan 31 karung semen dan satu unit mobil tangki B 9874 AN. Semua semen yang dimasukkan ke karung berasal dari mobil tangki ini, sementara pelaku sendiri sampai sekarang masih belum tertangkap,” jelas Ipda Bery. Menurut Bery, pelaku sengaja menyalin semen asli dan disalin ke karung yang sudah dia persiapkan terlebih dahulu. Kemungkinan semen ini akan dijual keluar daerah. “Semen hasil salinan pelaku ini hanya dijual setengah harga,” ucap Ipda Bery. Warga Banyak TerkecohWarni (45), warga sekitar mengaku tidak mengetahui kalau kegiatan penyalinan semen yang terjadi di dekat rumahnya adalah ilegal. Dia juga terkejut ketika personil dari Polsekta Lubukbegalung datang menggeledah seluruh isi pondok kecil tersebut. “Saya kira ada apa, saya kaget pak, tapi memang benar, disini sering terjadi transaksi semen, dan harga semen yang dijual disini murah pak,” tutur Warni. Ketika penggerebekan berlangsun, Warni mentyebut kalau pemilik truk kapsul tersebut sedang berada di Pekanbaru. “Pemilik rumah dan truk kapsul itu sedang di Pekanbaru pak, dan belum balik sampai sekarang,” ujar Warni.(Roni)... Read more |
Diduga Bocor, Operasi Gabungan hanya tangkap 7 Wanita MalamRabu, 25 Januari 2012 | Padang. Operasi gabungan yang dilakukan Pol PP, TNI, Polri dan POM AL, Rabu (25/1) dari pukul 00.30 sampai 02.30 WIB ternyata bocor. Aparat gabungan tersebut cuma berhasil mengamankan 7 orang waitress di sebuah kafe di kawasan Pondok. Dalam operasi yang hanya kebanyakan diisi dengan jalan-jalan malam itu, menarik perhatian masyarakat sekitar untuk mengikuti. Pantauan Reporter Classy FM, puluhan aparat gabungan yang menaiki 1 mobil dalmas, 1 pick-up, dan 3 mobil pribadi menyusuri kawasan Padang selama 2 jam lebih. Dalam operasi gabungan yang berlangsung dini hari tersebut, hanya ditemukan penginapan kosong dan tidak berpenghuni. Kawasan Pondok menjadi target pertama operasi, seluruh kafe dan karaoke tampak tutup. Akhirnya aparat gabungan hanya mendapati 7 orang waitress dan langsung mengelandang mereka ke Mako Pol PP. Ketujuh orang tersebut adalah VM (23), IY (25), LI (30), LP (31), dan LL (21) tidak memberikan perlawanan kepada aparat gabungan yang menangkap mereka. “Kami ditangkap saat menghidangkan makanan ke tamu, padahal kami kan cuma pelayan kafe,” tutur VM kepada Reporter Classy FM. Kanit Intel Pol PP Padang, Samsu Ridwan menyebut operasi yang dilakukan saat ini diduga mengalami kebocoran, dan kemungkinan ada orang dari dalam Pol PP sendiri yang membocorkan. “Sebelum sampai di TKP saja, tempat-tempat yang menjadi TO sudah banyak yang kosong,” tutur Samsu Ridwan.“Mereka yang sudah kami tangkap sudah dilepaskan karena pemilik kafe menjamin mereka,” tambah Samsu Ridwan. Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Padang, Yadrison membenarkan tentang kebocoran operasi tersebut. Dia menyebut, ada sesuatu yang tidak beres dibalik operasi yang dilakukan dini hari tersebut. “Kalau memang kedapatan anggota saya yang bermain, saya akan sanksi dia dengan tegas,” ujar Yadrison. Kontrak 100 Tenaga BaruSementara itu, di sela wawancara, Yadrison sempat menyebut tentang penambahan tenaga baru untuk Satpol PP Kota Padang sebanyak 100 orang tenaga outsourching dan sepuluh persen diantaranya adalah perempuan. “Kita akan merekrut sepuluh orang wanita untuk jadi tenaga baru, dan akan dikontrak selama setahun,” jelas Yadrison. “Ini dilakukan guna menambah kinerja dari Pol PP yang dinilai masih kurang dari yang diharapkan,” tegas Yadrison. (Roni)... Read more |