PADANG (27/5/2021) - PT Semen Padang kembali menggelar webinar Covid-19. Dengan tema "Sumbar Dalam Angka Covid-19", webinar series melalui aplikasi zoom itu, menghadirkan Juru Bicara Covid-19 Sumatera Barat (Sumbar) Jasman Rizal sebagai narasumber, Kamis (27/5/2021).
Webinar yang diikuti oleh karyawan dan keluarga itu, juga dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri, Direktur Keuangan, Tubagus Muhammad Dharury, Direktur Operasi, Asri Mukhtar, serta sejumlah staf pimpinan di lingkungan Semen Padang Group. Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri dalam sambutannya mengatakan, webinar tentang Covid-19 ini rutin digelar PT Semen Padang setiap bulan. Webinar ini digelar, kasus positif Covid-19 di Sumbar cenderung meningkat.
"Mengingat tingginya kasus Covid-19, kita tidak bosan-bosannya mengingatkan karyawan beserta keluarganya untuk menjalankan prokes," kata Yosviandri.
Yosviandri juga mengimbau seluruh insan Semen Padang Group untuk mengajak keluarganya agar serius menerapkan prokes, seperti pakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
Juru Bicara Covid-19 Sumbar Jasman Rizal membeberkan laporan Covid-19 . Dari data Rabu (26/5/2021), angka positif rate di Sumbar mencapai 9,4 persen mencapai. Artinya dari 100 diswab, ada 9,4 orang yang positif. Angka telah jauh melampui ambang batas WHO, yakni 5 persen.
Angka PR Sumbar pernah mencapai 30,3 persen Senin (10/5/2021) lalu. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi selama pandemi Covid-19 terjadi di Sumbar.
Kemudian untuk angka pasien yang meninggal dunia terpapar Covid-19 juga sudah melewati ambang batas. "Saat ini kondisi sudah menghawatirkan, karena angka meninggal dunia karena Covid-19 mencapai 952 orang, atau 2,21 persen dari jumlah masyarakat terpapar Covid-19. Angka 2,21 persen ini sudah melewati ambang batas 1 persen," kata Jasman Rizal.
Kadis Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumbar itu juga memaparkan , hingga 26 Mei 2021, sudah 43.012 orang yang terkonfirmasi Covid-19 dengan rincian, 620 orang dirawat, isolasi 2.369 orang, dan sembuh 39.017 orang.
Masyarakat yang menjalani isolasi mandiri, sangat berpotensi menyebarkan Covid-19, minimal kepada keluarganya. Itu kalau masyarakat yang menjalani isolasi mandiri tidak menjalankan aturan isolasi mandiri tersebut, seperti punya kamar tidur sendiri dan mandi di kamar mandi sendiri.
Terkait jumlah masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat, Jasman mengatakan, bahwa itu tidak terlepas dari fenomena mudik lebaran sebelum keluarnya imbauan larangan mudik. Saat itu, kata dia, lebih dari 30.000 kendaraan masuk ke Sumbar
"Kondisi hari ini, kalau tidak hati-hati, maka kasus Covid-19 ini akan merebak, apalagi hampir 40 persen masyarakat tidak percaya Covid-19. Dan ini, merupakan suatu masalah krusial. Padahal Covid-19 itu nyata, karena saya sendiri pernah menyaksikannya bagaimana pasien Covid-19 yang dirawat rumah sakit itu susah mengambil nafas," bebernya.
Masalah lainnya saat ini yang terjadi, lanjut Jasman, yaitu lebih dari 50 persen masyarakat terpapar Covid-19 melalui makanan. Penularan tersebut diduga disebabkan oleh masyarakat yang membeli makanan terbuka di rumah makan dan karyawan di rumah makan tersebut, tidak menggunakan masker.
Masyarakat yang membeli makanan itu kemudian memesan makanan kepada karyawan yang tidak memakai masker itu. Si karyawan lalu berbicara dan dari mulutnya keluar drouplet dan mengenai makanan yang terbuka yang ada di depan karyawan rumah makan tersebut.
Di akhir materinya, Jasman menyampaikan ikhtiar yang harus dilakukan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Kata dia, hanya satu ikhtiar pemerintah, yaitu adanya kesadaran masyarakat untuk menerapkan prokes.
Kemudian di samping ikhtiar tersebut, yaitu melakukan swab sebanyak-banyaknya dan mempercepat program vaksinasi. "Kalau vaksinasi, untuk tenaga kesehatan dan pelayanan publik memang sudah mencapai target, tapi kalau untuk lansia, targetnya masih jauh," katanya.
"Sampai saat ini, kami terus jemput bola untuk vaksinasi Lansia ini. Makanya, kami pun mengucapkan terimakasih kepada PT Semen Padang yang telah mendukung program vaksinasi untuk Lansia," pungkas Jasman Rizal.(*)
Keep reading
More from Hot Release
Hot Release
Semarak HUT Kemerdekaan RI dan Kota Padang, PT Semen Padang Sumbangkan 326 Kantong Darah ke PMI
PT Semen Padang melalui Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP) menyumbangkan 326 kantong darah kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang. Donasi tersebut dihimpun melalui kegiatan donor yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang
Hot Release
Sepablock Semen Padang Dipilih untuk Bangun 813 Huntap Korban Bencana di Sumbar
Teknologi Sepablock produksi PT Semen Padang dipilih Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk membangun 813 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar).
Hot Release
PT Semen Padang Bekali 40 Peserta MagangHub Kemenaker agar Siap Memasuki Dunia Kerja
PT Semen Padang memberi pembekalan kepada sebanyak 40 peserta Program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Tahun 2026 sebelum menjalani magang selama enam bulan di berbagai unit kerja perusahaan. Program ini menjadi bagian dari komitmen PT Semen Padang dalam mendukung peningkatan kompetensi generasi muda sekaligus menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.