PADANG, 15 April 2026 — Mulyadi Syafi’i tak kuasa menahan haru saat menerima kunci rumah yang diserahkan langsung kepadanya, Rabu (15/4), di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Momen itu menandai berakhirnya 15 tahun kehidupan keluarganya di pondok sawah yang tidak layak huni.
Bantuan rumah tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Semen Padang yang disalurkan melalui Forum Nagari Kelurahan Limau Manis. Kunci rumah diserahkan oleh Staf TJSL PT Semen Padang, Nurwan, kepada Mulyadi yang didampingi istrinya, Yetti Wilda.
Selama ini, Mulyadi mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian, baik menggarap lahan sendiri maupun bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membesarkan tiga anaknya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada PT Semen Padang dan semua pihak yang telah membantu. Akhirnya kami memiliki rumah yang layak,” ujar Mulyadi.
Rumah tersebut dibangun dengan dana CSR PT Semen Padang sebesar Rp50 juta yang disalurkan melalui Forum Nagari, serta didukung swadaya masyarakat. Dalam pembangunannya, digunakan material inovasi Semen Padang, yakni bata interlock yang dikenal sebagai Sepablock.
Ketua Forum Nagari Kelurahan Limau Manis, Desi Fitria, mengatakan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam membantu warga kurang mampu.
“Selain dana CSR, pembangunan rumah ini juga mendapat dukungan swadaya masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kenyamanan bagi penerima,” ujarnya.
Desi menambahkan, program serupa diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limau Manis, Asril Basyir Dt Rajo Intan. Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Senada, Lurah Limau Manis, Muliardi, menilai bantuan tersebut turut meringankan beban pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kolaborasi seperti ini sangat kami harapkan terus berlanjut,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan program bedah rumah merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan Sepablock menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan solusi pembangunan yang efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat.
Bagi Mulyadi dan keluarganya, rumah baru tersebut menjadi awal kehidupan yang lebih layak setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.
Keep reading
More from Hot Release
Hot Release
PT Semen Padang Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Galodo di Arosuka
PT Semen Padang kembali bergerak membantu warga terdampak bencana galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam. Setelah mengirimkan relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi bencana, perusahaan tersebut langsung menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Hot Release
Investasi Ekologis untuk Nelayan: PT Semen Padang Bersama Kodaeral II Hadirkan 1.000 Mangrove di Pantai Manjuto
Masyarakat di kawasan pesisir Pantai Manjuto, Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, kini memiliki benteng alam baru untuk perlindungan wilayah mereka. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Semen Padang menyalurkan 1.000 bibit mangrove yang ditanam secara bergotong royong bersama Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI, Minggu (20/9/2026).
Hot Release
Kunjungi Rumah Contoh, Akademisi Unand: Inovasi SEPABLOCK Praktis, Presisi, dan Kokoh!
Inovasi material bangunan Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) besutan PT Semen Padang menawarkan keunggulan dari segi efisiensi, kerapian, hingga ketahanan struktur. Produk terbaru anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) ini dirancang dengan sistem interlock presisi yang memungkinkan setiap bata saling mengunci rapat, sekaligus memangkas waktu konstruksi secara signifikan dibandingkan bata konvensional.