PADANG — Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilham. Gema takbir berkumandang mengiringi langkah ribuan jamaah yang memadati lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang di kawasan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026) pagi.
Udara yang masih sejuk perlahan dipenuhi lantunan doa dan suasana khidmat pelaksanaan Salat Iduladha di kawasan industri semen pertama di Asia Tenggara tersebut. Tidak hanya sekadar menjadi ibadah tahunan, Salat Iduladha itu juga menjadi momentum kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat yang selama lebih dari satu abad tumbuh berdampingan.
Salat Iduladha itu dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andria Delfa, Komisaris Utama Werry Darta Taifur, serta karyawan Semen Padang Group beserta keluarga.
Salat dipimpin Ustaz Riko Pebrianto yang juga merupakan Imam Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang. Sementara khatib adalah dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. H. Andriyaldi, Lc., M.A.
Di tengah kekhusyukan Iduladha, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar mengingatkan kembali makna besar di balik hari raya kurban. Iduladha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi tentang kesediaan manusia menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi.
“Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan tentang keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan. Nilai-nilai itu yang harus terus hidup dalam kehidupan kita,” ujar Pri Gustari di hadapan ribuan jamaah.
Iduladha tidak berhenti pada ritual ibadah. Tradisi berbagi hewan kurban menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan tersebut. Untuk tahun ini, kata Pri Gustari, perusahaan menyalurkan sebanyak 36 ekor sapi kurban kepada masyarakat sekitar perusahaan serta sejumlah instansi di Kota Padang.
“Bantuan sapi kurban ini bukan sekadar agenda tahunan. Bantuan ini telah menjadi simbol kedekatan perusahaan dengan lingkungan yang selama ini tumbuh bersama. Selain itu, bantuan ini juga merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan,” katanya.
Pri Gustari menyampaikan harapan agar perusahaan tetap mampu bertahan dan terus memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap seluruh stakeholder bersama-sama menjaga Semen Padang yang kita cintai ini agar tetap kuat, terus berinovasi, dan menjadi kebanggaan Ranah Minang,” katanya.
Tiga Spirit Keteladanan Nabi Ibrahim AS
Sementara itu, Ustaz Andriyaldi dalam khutbahnya yang berjudul “Tiga Spirit Keteladanan Nabi Ibrahim AS” menyampaikan tiga nilai utama keteladanan Nabi Ibrahim.
Pertama, uswah atau teladan dalam menjelmakan hakikat tauhid yang sesungguhnya. Ia menjelaskan bahwa tauhid merupakan fondasi utama dalam Islam yang berimplikasi bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah dan hanya kepada-Nya manusia memohon pertolongan.
“Konsep ini secara tegas tercantum dalam kalimat syahadat dan terangkum dalam Al-Qur’an Surah Al-Fatihah ayat 5, ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’ yang berarti ‘Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’,” katanya.
Kedua, uswah dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Menurutnya, Nabi Ibrahim AS merupakan salah satu nabi yang mendapatkan julukan mulia karena ketabahan dan ketaatannya dalam menghadapi ujian Allah SWT, mulai dari dibakar, diusir, tidak memiliki keturunan selama 86 tahun, membangun Ka’bah, hingga diperintahkan menyembelih anaknya sendiri.
“Kisah Nabi Ibrahim AS adalah potret hamba yang totalitas dalam kepasrahan kepada Allah SWT. Karena itu, Nabi Ibrahim AS dijuluki Imam atau Ummah (pemimpin), Uswah (teladan), Khalilullah (kekasih Allah), dan Ulul Azmi (nabi dengan keteguhan hati tinggi),” ujarnya.
Ketiga, sosok pribadi visioner. Nabi Ibrahim AS, kata Ustaz Andriyaldi, merupakan sosok yang memikirkan generasi berikutnya. Kepeduliannya tidak hanya sebatas materi, tetapi juga mencakup aspek spiritual, fisik, intelektual, hingga sosial yang diwariskan kepada keturunannya.
Nabi Ibrahim mendidik keturunannya dengan cara yang demokratis dan penuh kasih sayang, bukan secara otoriter. Ia juga senantiasa berdoa agar keturunannya menyembah Allah SWT, bukan berhala. Kepedulian Nabi Ibrahim bahkan melampaui zamannya sendiri, termasuk mendoakan kehadiran Nabi Muhammad SAW sebagai keturunannya yang akan membawa pencerahan bagi generasi setelahnya.
“Kemudian, Nabi Ibrahim juga berdoa untuk keturunannya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim ayat 40 yang artinya, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku’,” katanya. (*)
Keep reading
More from Hot Release
Fadli Zon Gagas Indarung Biennale, Dorong Indarung I Jadi Pusat Seni dan Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong pemanfaatan Pabrik Indarung I sebagai pusat seni dan kebudayaan berskala nasional dan internasional, salah satunya lewat gagasan Indarung Biennale setiap dua tahun.
Dirkeu PT Semen Padang Kemukakan Fakta Ilmiah Konstruksi Jam Gadang di Seminar Internasional, Soroti Peran Teknologi Beton
Direktur Keuangan PT Semen Padang memaparkan fakta ilmiah seputar konstruksi Jam Gadang dalam sebuah seminar internasional, menyoroti peran teknologi beton dan meluruskan narasela sejarah seputar penggunaan putih telur sebagai bahan perekat.
235 Atlet dari 60 Daerah Berlaga di Kejurnas Junior Tenis IMTC-Semen Padang Cup 2026
Direktur Utama PT Semen Padang resmi membuka Kejurnas Junior Tenis TDP IMTC-Semen Padang Cup 2026 yang diikuti 235 atlet dari 60 daerah di Indonesia, jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan.