PADANG (17/10/2022) - PT Semen Padang terus melakukan berbagai transformasi dalam mendukung operasional perusahaan yang ramah lingkungan. Hal itu dilakukan dengan menjadi pionir pengembangan tanaman kaliandra sebagai salah satu bahan bakar alternatif terbarukan, dan penggunaan aplikasi Nabuang Sarok, sebagai solusi mengatasi masalah sampah dan alternatif pengurangan bahan bakar fosil.
"Penanaman pohon Kaliandra dan implementasi aplikasi Nabuang Sarok merupakan dua transformasi berbasis lingkungan yang dilakukan perusahaan di tahun 2022 ini. Program ini selain ramah lingkungan, juga dapat membantu pemerintah dan meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati di Padang, Selasa (18/10/2022).
Anita menjelaskan, aplikasi Nabuang Sarok merupakan aplikasi berbasis web milik Semen Padang yang diluncurkan pada puncak HUT ke-64 Pengambilalihan Semen Padang dari tangan Belanda, 5 Juli 2022. Aplikasi ini sengaja diluncurkan dalam membantu pemerintah dalam mengurangi sampah.
Sejak diluncurkan hingga sekarang, PT Semen Padang terus gencar mensosialisasikan aplikasi Nabuang Sarok kepada masyarakat melalui berbagai instansi, seperti pemerintah daerah dan sekolah-sekolah dengan harapan agar masyarakat memilah sampahnya sebelum dibuang, sehingga jumlah timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dapat berkurang.
"Sampah itu permasalahan utama pemerintah. Tidak hanya pemerintah daerah, tapi juga pemerintah pusat. Melalui aplikasi Nabuang Sarok ini, kami mengajak masyarakat untuk memilah sampah sebelum dibuang. Kemudian sampah yang telah dipilah diharapkan dapat disetor ke aplikasi Nabuang Sarok. Sampah disetor itu nantinya akan digunakan PT Semen Padang sebagai alternatif bahan bakar," kata Anita.
Menurut Anita, dengan dijadikannya sampah yang telah dipilah sebagai alternatif pengurangan bahan bakar fosil, maka PT Semen Padang tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi jumlah timbunan sampah di TPA, tapi juga berkontrubusi dalam pengurangan bahan bakar fosil. Namun begitu, tidak semua sampah yang dipilah bisa dimanfaatkan PT semen Padang sebagai bahan bakar pengganti fosil.
Sampah yang dimanfaatkan adalah kertas, daun, ranting, tekstil, plastik dan minyak jelantah. Masing-masing sampah yang disetor ke Nabuang Sarok akan dikonversi menjadi poin. Untuk sampah kertas, daun, dan ranting, masing-masing diberikan 3 poin/kg, sampah tekstil 4 poin/kg, plastik 5 poin/kg, dan minyak jelantah 6 poin/liter. “Poin yang didapat bisa ditukar dengan item reward yang tersedia di aplikasi Nabuang Sarok," ujarnya.
Sementara itu, terkait penanaman pohon kaliandra, kata Anita, telah dilakukan PT Semen Padang bekerja sama pemerintah daerah, dan masyarakat. Ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara PT Semen Padang dengan Pemprov Sumbar, serta sejumlah kepala daerah (bupati) di Sumbar tentang peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan.
"Kenapa pohon kaliandra yang kami rekomendasikan untuk ditanam? karena ada tiga alasannya. Pertama, soal isu lingkungan. Sebab, kaliandra dapat dijadikan wood pellet dan tentunya bisa menjadi alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, dimana pohon kaliandra dapat mensubsitusi penggunaan bahan bakar batubara," terang Anita.
Alasan kedua, soal isu cadangan karbon dunia untuk menyeimbangkan emisi. Dan, ketiga adalah pemberdayaan masyarakat. Kata Anita, PT Semen Padang memberdayakan masyarakat untuk melakukan penanaman pohon kaliandra, karena banyak manfaatnya. Selain bisa digunakan sebagai wood pellet, daun kaliandra juga bisa dijadikan sebagai pakan ternak dan bunganya untuk konsumsi madu.
"Makanya kami mendorong masyarakat untuk menanam kaliandra. Kalau sudah bisa dipanen, PT Semen Padang siap menjadi off taker. Tentunya, ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Kemudian bagi PT Semen Padang juga akan ada profit yang didapat, karena dengan melakukan off taker kaliandra, akan dapat mengurangi biaya bahan bakar batubara. Apalagi, harga batubara lebih mahal dibandingkan kaliandra," jelas Anita.
Secara terpisah, Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Rinold Thamrin menambahkan, PT Semen Padang hingga kini masih terus mensosialisasikan kaliandra ke pelbagai kabupaten dan kota di Sumbar, termasuk membagikan bibit kaliandra secara gratis kepada masyarakat. Dari sosialisasi yang dilakukan, ada sekitar 7000 Ha lahan yang siap untuk ditanami kaliandra. Bahkan, ada juga beberapa daerah telah menanam kaliandra.
“Di Pessel, yaitu di kawasan Sungai Pinang, itu sudah ditanam kaliandra, termasuk di Kabupaten Sijunjung. Kemudian, kami juga telah mengirim bibit kaliandra ke Tanah Datar, Agam, Dharmasraya, dan Sawahlunto. Jumlah bibit yang dikirim ke masing-masing daerah 1500-2000 batang. Kaliandra ini bisa tumbuh dimana pun, termasuk di lahan reklamasi tambang batu kapur PT Semen Padang. Di sana, juga sudah ditanam kaliandra ” katanya.(*)
Keep reading
More from Hot Release
Hot Release
Semarak HUT Kemerdekaan RI dan Kota Padang, PT Semen Padang Sumbangkan 326 Kantong Darah ke PMI
PT Semen Padang melalui Serikat Pekerja Semen Padang (SPSP) menyumbangkan 326 kantong darah kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang. Donasi tersebut dihimpun melalui kegiatan donor yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang
Hot Release
Sepablock Semen Padang Dipilih untuk Bangun 813 Huntap Korban Bencana di Sumbar
Teknologi Sepablock produksi PT Semen Padang dipilih Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk membangun 813 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar).
Hot Release
PT Semen Padang Bekali 40 Peserta MagangHub Kemenaker agar Siap Memasuki Dunia Kerja
PT Semen Padang memberi pembekalan kepada sebanyak 40 peserta Program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Tahun 2026 sebelum menjalani magang selama enam bulan di berbagai unit kerja perusahaan. Program ini menjadi bagian dari komitmen PT Semen Padang dalam mendukung peningkatan kompetensi generasi muda sekaligus menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.